5. Manajemen Risiko dan Asuransi

Empat artikel terdahulu dalam serial Mengerti Asuransi telah meletakkan pemahaman dasar tentang risiko. Artikel pertama Risiko, Apakah Itu? mendefinisikan risiko dan mengajukan argumen tentang kekekalan risiko. Artikel kedua Pilah Pilih Risiko memilah risiko kedalam empat kategori berdasarkan kombinasi frequency dan severity. Telah pula diperkenalkan beberapa aksi atau tindakan yang dapat kita ambil atas risiko-risiko itu, yakni to ignore, to retain dan to transfer. Artikel ketiga Siapa Mau Menerima Transferan Bencana? lebih lanjut membahas to transfer dan mengaitkannya dengan asuransi, lalu menambahkan pilihan aksi terakhir yaitu to avoid. Sementara itu artikel keempat Bagaimana Risiko Berubah Menjadi Bencana? menguraikan proses transformasi risiko menjadi kerugian yang melibatkan peril dan hazard.

Sebelum kita melanjutkan pembahasan, ada baiknya kita rangkum kategori risiko dan pilihan-pilihan aksi untuk menghadapinya dalam gambar dibawah ini:

Gambar 1. Kategori risiko dan pilihan aksi untuk mengelolanya

Manajemen Risiko

Selanjutnya, mari kita bahas tentang Risk Management atau Pengelolaan/Manajemen Risiko yang merupakan kerangka dasar dalam berurusan dengan risiko, baik bagi perorangan maupun organisasi. Ia meliputi tiga langkah utama yaitu identifikasi, analisa/evaluasi dan tindakan/kontrol, sebagaimana dirangkum dalam gambar dibawah ini.

Gambar 2. Kerangka Manajemen Risiko

Langkah pertama, identifikasi risiko, intinya adalah membuat daftar risiko-risiko yang berada disekitar kita.  Langkah kedua, evaluasi atau analisa, sejatinya memprediksi seberapa besar atau parah dampak dari setiap risiko yang telah diidentifikasi itu.  Dengan kata lain, berapa besar kerugian finansial maksimal yang dapat ditimbulkan apabila risiko itu berubah menjadi bencana.

Selepas langkah kedua ini, kita dapat mengurutkan kembali daftar risiko yang telah dibuat berdasarkan tingkat keparahan atau besarnya kerugian maksimal yang mungkin terjadi.  Informasi ini tentu sangat berguna dalam menentukan ke dalam kuadran mana (lihat gambar 1)  risiko-risiko ini akan ditempatkan.  Selanjutnya ia akan menggiring kita dalam menetapkan langkah atau aksi yang akan kita ambil untuk setiap risiko itu.  Mulai dari langkah mengabaikan (ignore) hingga menghindari (avoid)

Pilihan mengabaikan adalah ekstrim kiri, dimana kita membiarkan risiko itu ada dan tidak melakukan apa-apa.  Sedangkan langkah menghindari berada pada ekstrim paling kanan, dimana kita mengambil tindakan sangat drastis, misalnya meniadakan sumber risiko.  Contoh kongkritnya adalah bila anda memiliki sebuah mobil, maka berbagai macam risiko yang melekat pada mobil itu seperti tabrakan, kecurian, terbakar dan sebagainya, menjadi milik anda pula. Namun, bila anda memutuskan untuk menjual mobil itu, maka secara otomatis semua risiko-risiko itu ikut pergi dari anda.

Diantara kedua ekstrim tersebut terdapatlah beberapa pilihan bagi pemilik risiko dalam mengelola risikonya.  Risiko-risiko itu tetap eksis, hanya saja pemiliknya melakukan intervensi untuk mengontrol dampaknya, karena itu disebut risk control.  Intervensi-intervensi itu dapat dikelompokkan pengendalian risiko secara fisik (physical risk control) dan pengendalian risiko secara finansial (financial risk control).

Dibawah physical risk control terdapat elimination (penghilangan) dan minimization (pengurangan).  Eliminasi adalah sama dengan avoid yang kita gambarkan diatas, dengan kata lain menghilangkan sumber risiko.  Sementara minimisasi adalah melakukan sesuatu agar dampak kerugian yang ditimbulkan menjadi minimum.  Mengenakan sabuk pengaman saat berkendara adalah contohnya.

Dibawah financial risk control, ada retention (menahan), transfer (memindahkan) dan sharing (berbagi) .  Pilihan menahan dapat dilakukan dengan memperlakukan kerugian finansial sebagai biaya (cost), menyisihkan dana secara reguler untuk mengantisipasi kerugian (self-insurance) atau bila sebuah korporasi besar mendirikan perusahaan asuransi untuk mengelola risiko-risiko dalam kelompok usahanya (captive).

Dapat dilihat bahwa dalam kerangka pengelolaan risiko, asuransi (konvensional) adalah metode untuk mentransfer konsekuensi finansial dari risiko kepada pihak lain, dalam hal ini perusahaan asuransi.  Sementara itu asuransi syariah atau takaful juga tergolong financial risk control dimana para pemilik risiko saling berbagi atau saling menanggung satu sama lain.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s