14. Asuransi Konvensional vs Syariah: Perikatan antara para pihak

Telah kita akhiri artikel sebelumnya Mensyariahkan Asuransi dengan pernyataan bahwa takaful atau asuransi syariah yang kita kenal sekarang adalah hasil modifikasi yang fundamental dari asuransi konvensional.  Modifikasi itu dilakukan dengan menanggalkan konsep risk transfer (pemindahan risiko) yang merupakan pokok masalah utama dari sisi syariah dan menggantinya dengan konsep risk sharing (berbagi risiko).

Pernyataan itu barangkali memberi kesan ringan seperti proses bongkar pasang komponen suatu sistem, lalu semuanya berjalan normal kembali.  Padahal tidak demikian adanya.  Perubahan dari risk transfer ke risk sharing sesungguhnya sangat fundamental dan membawa banyak konsekuensi-konsekuensi signifikan pada keseluruhan sistem asuransi syariah.  Konsekuensi-konsekuensi inilah yang akan kita diskusikan lebih lanjut.  Diskusi sepatutnya mampu menyanggah pemahaman keliru yang seolah meremehkan asuransi syariah dengan pernyataan bahwa asuransi syariah hanyalah asuransi konvensional yang ditambahi Basmalah di pembukaan polisnya. 

Sebelumnya, mari kita segarkan kembali memeori tentang perbedaan antara risk transfer dan risk sharingRisk transfer artinya risiko dipindahkan kepada perusahaan asuransi yang mengenakan harga berupa premi untuk layanan itu.  Sementara risk sharing berarti risiko ditanggung bersama-sama diantara para pemilik risiko.

Perikatan antara para pihak

Perikatan dalam asuransi konvensional

Konsekuensi pertama dari perubahan dari risk transfer ke risk sharing ada pada perikatan atau hubungan hukum antara para pihak yang terlibat.  Pada asuransi konvensional sudah jelas bahwa ikatan antara tertanggung dan penanggung adalah kontrak jual beli atau tukar menukar.  Peran masing-masing juga sangat jelas, yaitu sebagai pembeli dan penjual.  Ini adalah satu-satunya kontrak yang terjadi.  Perusahaan asuransi tentu memiliki kontrak serupa dengan para tertanggung lainnya. 

Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak ada hubungan hukum kontrak yang mengikat antara satu tertanggung dengan tertanggung lainnya. 

Sering kita mendengar argumen bahwa sejatinya didalam konsep asuransi konvensional terjadi juga proses saling tanggung menanggung sesama pemilik risiko yang difasilitasi oleh perusahaan asuransi.  Buktinya asuransi konvensional pun bekerja menggunakan pool of fund dan hukum bilangan besar.  Hanya saja pool of fund ini dimiliki oleh perusahaan asuransi.  Bagaimana pendapat anda?

Menurut saya, bila dilihat secara mekanik, asuransi konvensional terlihat sama dengan asuransi syariah karena keduanya bekerja berasaskan hukum bilangan besar dan pooling of fund, sehingga seolah-olah ada unsur saling tolong menolong atau saling menanggung.  Akan tetapi, ketiadaan kontrak atau perjanjian antar para tertanggung mematahkan argumen itu.  Satu-satu kontrak atau perikatan yang eksis pada asuransi konvensional adalah antara tertanggung dan penanggung (lihat gambar dibawah, bagian kiri).  Itu saja.  Ini menjelaskan motivasi dari seseorang dalam membeli asuransi yaitu semata-mata memindahkan risiko ke perusahaan asuransi, bukan untuk membantu sesama pemilik risiko.

Perbedaan hubungan hukum (perikatan) antara para pihak pada asuransi konvensional dan asuransi syariah

Perikatan dalam asuransi syariah

Kenyataan yang sangat berbeda terjadi asuransi syariah yang berbasis risk sharing.  Pertama-tama, seorang pemilik risiko atau peserta sesungguhnya memiliki perjanjian atau kontrak dengan semua peserta lainnya bahwa mereka bersepakat untuk saling menanggung atau saling menolong atas kerugian yang menimpa siapapun diantara mereka.  Sebagaimana terlihat pada gambar diatas (bagian kanan), setiap peserta asuransi syariah pada hakikatnya memiliki perikatan dengan setiap peserta lain bahwa mereka berjanji untuk saling tolong-menolong atau saling menanggung.  Duka seorang adalah duka bersama. 

Tentu saja dalam kenyataannya tidaklah praktis bagi setiap peserta untuk menandatangani kontrak dengan setiap peserta lainnya.  Lalu bagaimana mengeksekusi kontrak ini secara efisien?   Disinilah salah satu peran yang dimainkan oleh perusahaan asuransi syariah, yaitu mewakili para peserta lain yang telah menjadi anggota.  Maka ketika ada calon peserta baru hendak bergabung ia tinggal membuat perjanjian saling menanggung dengan peserta lain melalui perusahaan asuransi syariah yang bertindak atas nama para peserta yang lain itu. 

Kemudian, ada kontrak kedua yang berjalan paralel dengan kontrak pertama, yaitu perjanjian antara setiap peserta dengan perusahaan asuransi.  Pada dasarnya perjanjian ini adalah penunjukan perusahaan asuransi syariah tersebut sebagai pengelola skema berbagi risiko antar para peserta.  Melalui kontrak inilah perusahaan asuransi syariah menerima mandat dari peserta untuk menjalankan semua aspek pengelolaan portofolio risiko termasuk pemasaran, underwriting, reasuransi, penyelesaian klaim, penagihan kontribusi, pembayaran klaim dan sebagainya. 

Maka, tidak salah bila ada yang mengatakan bahwa asuransi syariah lebih rumit dari pada asuransi konvensional.  Dari struktur perjanjiannya saja, sebagaimana diuraikan diatas, asuransi syariah lebih kompleks.  Bagaimanapun, adalah sangat penting memastikan bagaimana kompleksitas ini dapat direfleksikan dengan tegas dan jelas didalam kontrak (polis).  Tidak kalah pentingnya pula adalah bagaimana nasabah memahami struktur itu beserta konsekuensi-keonsekuensinya.  Hanya dengan tranparansi itu perjanjian saling ridha dapat dicapai.  Jelaslah bahwa semata menambahkan Basmalah di kepala polis sama sekali tidak membuat kontrak itu patuh syariah.  Ada banyak detail yang harus diselaraskan didalam batang tubuh dokumentasi perjanjian itu.

Advertisements

2 thoughts on “14. Asuransi Konvensional vs Syariah: Perikatan antara para pihak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s