22. Macam ragam asuransi

Telah dua puluh satu artikel dalam bagian ini membahas sisi teori dari asuransi, baik asuransi konvensional maupun syariah.  Kini saatnya melihat apa yang disediakan oleh industri asuransi untuk manfaat bagi publik.

Publik sering dibuat bingung karena demikian banyaknya macam ragam produk asuransi disekitar mereka dengan berbagai nama dan fitur. Padahal produk-produk itu pada dasarnya adalah kombinasi dan modifikasi dari produk-produk dasar asuransi.  Maka pada artikel ini kita akan melakukan tinjauan singkat namun menyeluruh atas produk-produk dasar itu.  Bahasa yang digunakan akan diupayakan sesederhana mungkin agar artikel bermanfaat bagi pembaca dengan pengetahuan asuransi minim.

Source: bandingin.com

Ok, mari kita mulai….

Jenis-jenis asuransi itu dapat ditelusuri paling tidak dari dua sudut, yaitu objek risiko dan siapa pemilik risikonya. Pada artikel ini kita tinjau dari sudut pertama saja, yaitu objek risiko.

Objek risiko disini mengacu pada aset yang mengandung risiko atau terpapar pada risiko disekitarnya.  Aset ini dapat berupa sesuatu yang real (memiliki massa, dapat, dilihat, diraba, dirasa dan mengambil ruang di dunia nyata).  Ini yang disebut sebagai tangible asset. Aset dapat pula berupa sesuatu yang tidak nyata (intangible asset), misalnya nama baik atau reputasi.

Aset Riil

Aset riil atau tangible misalnya rumah, mobil, gedung perkantoran, fasilitas industri, mesin-mesin, barang berharga, uang, kapal laut, pesawat terbang dan sebagainya.  Dari berbagai jenis tangible asset ini lahir berbagai bentuk asuransi seperti Asuransi Harta Benda (property insurance), asuransi kendaraan bermotor (motor insurance), asuransi rekayasa (engineering insurance), asuransi uang (money insurance), asuransi pengangkutan laut (marine insurance), asuransi penerbangan (aviation insurance) dan sebagainya.

Kita ambil rumah tinggal atau properti sebagai contoh.  Kerugian dapat terjadi karena berbagai sebab seperti kebakaran, ledakan gas, sambaran petir, banjir, gempa bumi dan sebagainya.  Dari sekian banyak sebab itu, kebakaran adalah penyebab kerugian paling utama dan paling sering terjadi.  Oleh sebab itu perusahaan asuransi mengeluarkan produk asuransi kebakaran (fire insurance), yang termasuk dalam keluarga asuransi harta benda.  Meski bernama asuransi kebakaran, polis ini juga mengganti kerugian akibat sambaran petir (lightning), ledakan (explosion) serta objek yang jatuh dari pesawat terbang (aircraft). Ruang lingkup pertanggungan baku ini sering disingkat FLEXA.

Asuransi rekayasa (engineering) pada dasarnya dibagi dua kelompok besar yaitu asuransi konstruksi dan asuransi mesin-mesin atau alat elektronik.

Asuransi kendaraan bermotor bagi pemilik kendaraan bermotor (umumnya mobil dan juga sepeda motor) untuk memproteksi dari kerusakan dan kehilangan kendaraan serta tanggung jawab pengendara terhadap pihak ketiga yang mungkin cedera atau propertinya rusak akibat kendaraan kita.

Asuransi pengangkutan, baik laut (marine) maupun udara (aviation) umumnya terbagi dua yaitu asuransi atas barang (cargo) dan rangka kapal (hull).

Selain itu ada pula asuransi yang dirancang untuk memproteksi aset-aset spesifik seperti asuransi uang, asuransi kebongkaran (bulglary), asuransi untuk benda-benda seni dan sebagainya.

Liability

Selain harta benda itu sendiri dapat mengalami kerusakan atau kemusnahan secara fisik yang mendatangkan kerugian, kepemilikan terhadap suatu aset atau benda dapat pula memicu timbulnya kerugian dalam bentuk lain yang intangible yaitu berupa tanggung jawab terhadap pihak ketiga.  Tanggung jawab ini timbul apabila aset seseorang atau sesuatu terjadi pada aset itu mengakibatkan kerugian pada pihak ketiga (orang lain), baik berupa hilangnya nyawa, cedera fisik atau rusak bahkan musnahnya properti atau aset.

Contoh tanggung jawab kepada pihak yang ketiga adalah apabila anda memiliki sebuah mobil lalu menabrak mobil lain, menyebabkan penumpang mobil itu cidera dan mobilnya rusak.  Penumpang dan pemilik mobil itu dapat menuntut anda atas kelalaian yang menyebabkan kerugian itu.  Bahkan tuntutan itu bisa dibawa hingga ke pengadilan. Atas tanggung jawab yang timbul dari kelalaian inilah anda harus membayar semua kerugian yang diderita pihak ketiga, baik berupa biaya pengobatan dan atau perbaikan kendaraan.  Inilah yang kemudian diganti oleh asuransi. Jenis asuransinya disebut asuransi liability atau tanggung jawab terhadap pihak ketiga.

Dapatkah nyawa diasuransikan?

Berbagai ragam produk asuransi yang kita singgung diatas semuanya tergolong dalam asuransi umum.  Lalu, bagaimana dengan asuransi jiwa? Apa yang sebenarnya diganti? Apakah jiwa atau nyawa dapat diganti?

Sesungguhnya asuransi jiwa tidaklah mengasuransikan atau melindungi jiwa atau nyawa itu sendiri, sebab nyawa tentu tak bisa diganti.  Bila ia pergi, maka selesailah, nyawa itu tak pernah kembali dan si empunya tak kan pernah hidup lagi.  Ia tak akan pernah menikmati uang klaim asuransi.

Maka asuransi jiwa perlu dilihat dari sudut pandang lain bahwa ia sesungguhnya ada untuk memberi perlindungan kepada keluarga atau orang terdekat seseorang yang meninggal dunia.  Tepat sekali sehingga dalam asuransi syariah, tidak digunakan istilah asuransi jiwa, melainkan asuransi keluarga atau takaful keluarga.

Tujuan dari asuransi jiwa ini sungguh mulia, agar ketika seseorang meninggal dunia, keluarga dan kerabat dekatnya tidak serta merta kehilangan pendapatan untuk mempertahankan hidup.  Setidaknya mereka mendapatkan dukungan keuangan awal yang memadai bagi menata ulang kehidupan yang harus terus berlanjut.

Dalam hal produk, pada dasarnya ada dua jenis produk asuransi jiwa.  Yang pertama adalah proteksi murni atas kematian seseorang yang mungkin terjadi dalam periode tertentu, umumnya jangka pendek.  Produk ini biasa juga disebut Term Life.

Jenis asuransi jiwa kedua adalah yang jangkanya lebih panjang dan memiliki unsur investasi.  Disini ada kombinasi proteksi dan investasi. Premi yang dibayarkan, meski dinyatakan dalam satu angka, sesungguhnya dibelah dua menjadi bagian proteksi dan investasi.  Maka manfaat yang diterimapun berasal dari keduanya.  Kita akan bahas lebih detail tentang produk-produk ini pada kesempatan yang akan datang.

Adapun kematian atau hilangnya nyawa semata-mata menjadi pemicu pembayaran klaim tersebut.

Selain itu, ada pula produk asuransi yang dapat ditutup oleh perusahaan asuransi jiwa maupun asuransi umum.  Mereka adalah asuransi kecelakaan diri (personal accident) dan asuransi kesehatan.

Objek risiko dan jenis-jenis risiko terus berkembang. Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, lahirlah objek risiko baru atau jenis risiko baru yang sering disebut emerging risk. Oleh karena itu lahir pula lah bentuk asuransi yang baru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s