27. Reasuransi: asuransipun perlu asuransi

Bukan hanya anda, bahkan perusahaan asuransipun memerlukan asuransi. Begini kisahnya.

Mengapa seorang pemilik risiko akhirnya memutuskan untuk memindahkan risikonya kepada pihak lain melalui asuransi konvensional atau membagi risikonya dengan para peserta yang lain melalui asuransi syariah? Karena berdasarkan analisanya, apabila risiko itu berubah menjadi bencana, ia tak akan sanggup menanggung konsekuensi finansialnya. Tahukah anda bahwa sesungguhnya setiap perusahaan asuransi juga memiliki alur berpikir yang sama?

Perusahaan asuransi atau asuransi syariah mengelola kumpulan risiko yang berasal dari para nasabah mereka. Bila portofolio mereka cukup besar, maka beberapa kerugian dengan ukuran kecil hingga sedang, atau bahkan satu dua kerugian besar, mungkin masih bisa diredam. Akan tetapi bukan tidak mungkin, diluar prediksi, terjadi kerugian besar-besaran yang tidak hanya menggerus aset, bahkan membangkrutkan perusahaan asuransi saat total klaim yang harus dibayar ternyata jauh lebih besar dari pada aset perusahaan dan/atau dana tabarru’. Hal itu terjadi melalui skenario-skenario berikut:

Pertama, apabila dalam periode tertentu (satu tahun misalnya) kerugian-kerugian kecil atau sedang terjadi lebih sering dari pada biasanya. Terjadi lonjakan frekuensi diluar perkiraan, meski besaran setiap klaim (severity) masih berada dalam kisaran estimasi perusahaan asuransi. Akibatnya aggregat klaim dalam periode itu menjadi besar.

Kedua, tidak ada lonjakan dalam hal bilangan atau frekuensi klaim, tetapi dalam periode tertentu terjadi sejumlah kerugian dengan nominal sangat besar, diluar jangkaan perusahaan asuransi. Maka, lagi-lagi secara agregat, total kerugian menjadi sangat besar. Jadi, disini lonjakan terjadi pada severity, bukan frekuensi.

Ketiga, bukan tidak mungkin skenario pertama dan kedua bekerja bersamaan, dimana frekuensi dan severity melonjak diluar jangkaan pada periode yang sama. Patut diduga, konsekuensi besaran klaim secara aggregat dapat lebih besar dibanding skenario pertama dan kedua.

Keempat, terjadi kerugian katastropik, yaitu suatu kejadian dahsyat yang menimbulkan kerugian pada banyak risiko dan/atau meliputi kawasan yang luas, dalam suatu waktu tertentu atau durasi yang relatif singkat. Bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, typhoon merupakan kerugian katastropik utama. Ada pula yang disebut man-made disaster, seperti ledakan dahsyat yang terjadi kawasan pelabuhan Tian Jin di China beberapa waktu yang lalu.

Mengantisipasi keempat skenario diatas yang dapat terjadi kapan saja, perusahaan asuransi perlu memikirkan dan mengambil langkah kongkrit agar kebangkrutan tidak menjadi kenyataan. Paling tidak, peluang atau kebarangkalian atau probability terjadinya kebangkrutan menjadi sangat kecil.

Hal pertama yang ia harus lakukan adalah menetapkan berapa kerugian aggregat maksimum yang bisa ditahannya dalam satu tahun. Ini akan memandu pada keputusan berapa kerugian maksimum yang mampu dibayarnya untuk suatu event atau kejadian. Kemudian diteruskan dengan menentukan kerugian maksimum yang mampu ia tahan untuk setiap risiko secara individu. Proses inilah yang disebut sebagai penetapan retensi.

Jadi, retensi pada dasarnya adalah nilai kerugian maksimum yang dapat ditahan sendiri oleh perusahaan asuransi. Ada dua level retensi, yaitu retensi per risk dan retensi per event. Seyogyanya retensi per event lebih besar dari pada retensi per risk, mengingat dalam suatu event, bisa saja beberapa atau bahkan banyak risiko yang terdampak. Retensi ini berbeda-beda pula berdasarkan lini bisnis. Retensi per risiko untuk asuransi kebakaran berbeda dengan asuransi kendaraan bermotor, misalnya.

Selepas penetapan retensi-retensi ini, perusahaaan asuransi kemudian perlu memikirkan apa yang ia harus lakukan untuk risiko-risiko atau eksposure diatas tingkat retensi mereka. Nah, disinilah reasuransi memainkan peran vitalnya. Ia merupakan pilihan utama bagi perusahaan asuransi yang berada dalam situasi seperti ini, sebagai tujuan kemana eksposure diatas retensi harus dipindahkan.

Dengan reasuransi, perusahaan asuransi mengasuransikan kembali sebagian risiko yang ia tahan didalam portfolionya, yaitu bagian diatas retensi, kepada perusahaan reasuransi. Dari sinilah lahirnya definisi paling sederhana adalah bahwa reasuransi merupakan asuransinya asuransi. Sesungguhnya, hingga tahap tertentu, koasuransi dapat pula menjadi alternatif, tapi efektifitas dan efisiensinya berada dibawah reasuransi.

Upaya mengasuransi ulang ini dapat dilakukan untuk risiko-risiko tertentu secara individual dan dapat pula dilakukan sekaligus untuk banyak risiko dalam satu portfolio. Ada berbagai macam teknik dapat digunakan untuk mengasuransi ulang (reasuransi) suatu risiko atau portfolio risiko, yang akan kita bahas dalam kesempatan berikutnya.

Perlu dipahami bahwa reasuransi adalah kontrak atau perjanjian antara perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi, tidak ada kaitannya dengan tertanggung atau peserta pemilik risiko. Bahkan, dalam kebanyakan kasus, peserta atau tertanggung tidak tahu menahu bahwa ada perusahaan reasuransi dibelakang asuransi yang turut menanggung sebagian risikonya. Peserta memang tidak perlu tahu, setiap ada kerugian ia cukup mengklaim 100% kepada perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi pula tak dapat berkilah dari membayar penuh dengan alasan bahwa sekian persen risiko ditanggung reasuransi. Ini bertolak belakang dengan koasuransi yang mana tertanggung dimata hukum memiliki beberapa kontrak asuransi terpisah yang berjalan paralel dengan sejumlah perusahaan asuransi yang terlibat (klik Risiko Besar, Kapasitas Kurang: Koasuransi).

Advertisements

One thought on “27. Reasuransi: asuransipun perlu asuransi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s