Setiap hamba akan diuji

Hari itu Jumat, 11 Mei 2018. Kami masih menikmati libur selepas Pilihan Raya Umum ke 14 (#Pru14) dua hari sebelumnya. Namun si nomor dua Zaki tetap kesekolah karena sedang ada event Pentas Seni. Saya dan si sulung Daffa merencanakan shalat Jumat di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur sambil menjemput Zaki. Ternyata khusus hari itu tidak ada shalat Jumat di sekolah, karena hall juga dipakai event tersebut.

Maka kami berjalan kaki menuju surau Ar Rahman di komplek Putra World Trade Centre, tempat terdekat yang menyelenggarakan Shalat Jumat. Di komplek itu pula ada kantor pusat UMNO, komponen utama dari koalisi Barisan Nasional (BN) yang sejak dua hari lalu menjadi pembangkang (oposisi) setelah memerintah Malaysia lebih dari enam dekade lamanya.

Kami tiba disurau Ar Rahman saat azan pertama dikumandangkan. Saya berhasil menyelinap ke ruang utama surau yang tak seberapa besar dan menemukan celah dibarisan kelima. Ada yang menarik, dibaris pertama tepat dibelakang imam, ada tiga tempat kosong yang diberi label “reserved”. Hah… hebat kali surau ini, ada pula layanan booking tempat online rupanya. Begitu saya bergumam dalam hati.

Source: m.inilah.com

Beberapa saat sebelum azan kedua berkumandang, dari pintu disebelah kiri masuk seorang berperawakan tinggi bercelana hitam, kemeja lengan pendek biru muda dan berkopiah hitam, kontras dengan rambutnya yang sebagian besar telah memutih. Semua orang di Malaysia pastilah mengenal orang ini. Lebih kurang dua puluh empat jam yang lalu ia bersama beberapa orang terdekatnya berdiri tegar didepan pewarta, menerima kekalahannya dalam #Pru14, dari senior dan mentornya. Ya, dialah Datuk Seri Najib Razak.
Ia berjalan cepat dengan pandangan lurus, tak menoleh kekiri dan kanan, langsung menuju tempat bertuliskan reserved itu. Tak dapat ia surukkan wajah tak bahagianya. Ia lalu menunaikan shalat tahyatul masjid dan duduk disitu.

Khatib naik mimbar dan memula khutbah dengan pernyataan bahwa setiap jiwa tak akan pernah luput dari berbagai ujian atau cabaran. Ia mengutip Al Quran surat Al Baqarah 155-157 yang maknanya:

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Bahkan, saat menjabarkan tentang cabaran berupa kehilangan jiwa, khatib memberi contoh bahwa kita dapat kehilangan orang tersayang yang menghadap Allah atau orang-orang yang sebelumnya menyokong namun kini pergi menjauh. Contoh terakhir ini membuat saya berfikir bahwa khutbah ini adalah khusus untuk Datuk Seri Najib Razak.

Usai shalat Jumat, Imam (yang sebelumnya khatib), memimpin doa yang panjang dalam bahasa Arab dan Melayu. Dipenggalan berbahasa Melayu, ia meminta Allah menjadikan kami orang-orang yang sabar.

Begitu doa berakhir, Ia membalik badannya, menghadap Datuk Seri Najib, menyalaminya dan memeluknya beberapa lama. Sementara matanya berkaca-kaca. Mereka berdua terlihat saling mengenal, bahkan mungkin cukup dekat.

Datuk Seri Najib lalu menunaikan shalat sunnah. Kemudian meninggalkan surau, sembari menyambut tangan jamaah yang terulur menyalami. Dipintu keluar seseorang menyalami dan memeluknya.

Semoga ia termasuk orang yang bersabar dan mengambil pelajaran.

Advertisements

3 thoughts on “Setiap hamba akan diuji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s