28.Reasuransi Fakultatif: Suka sama suka

Pada artikel sebelumnya Reasuransi: Asuransipun perlu asuransi telah dibahas bahwa perusahaan asuransi yang mengelola portofolio risiko terancam bangkrut apabila total klaim yang harus dibayarnya melebihi premi yang berhasil dikumpulkan dan aset-aset lain yang dimilikinya. Ancaman kebangkrutan ini dapat terjadi melalui empat skenario yaitu terjadinya lonjakan frekuensi klaim, terjadinya lonjakan severity klaim (tingkat keparahan), terjadi lonjakan frekuensi dan severity secara bersamaan, serta terjadinya kejadian katastropik.

Ancaman kebangkrutan inilah yang mendorong perusahaan asuransi berupaya untuk mengurangi ketidakpastian dalam portfolionya, salah satunya melalui reasuransi. Pada dasarnya, melalui mekanisme reasuransi, sebahagian ketidakpastian dipindahkan kepada perusahaan reasuransi. Dalam konteks asuransi syariah, konsepnya adalah sebahagian ketidakpastian yang berada didalam dana tabarru’ asuransi syariah dibagi atau dipindahkan ke dana tabarru’ reasuransi.

foto-jakarta-semakin-menjulang Indonesia Expat
Source: http://www.indonesiaexpat.biz

Sesungguhnya skenario berbeda memerlukan solusi reasuransi yang berbeda pula. Untuk menghadapi terjadinya skenario yang melibatkan peningkatan severity of loss, misalnya, teknik reasuransi yang paling populer adalah apa yang disebut sebagai reasuransi fakultatif. Fakultatif adalah kata sifat yang maknanya “boleh memilih, optional, sukarela atau suka sama suka”. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan fakulatif seperti dibawah ini:

190513 Fakultatif KBBI

Lonjakan loss severity antara lain disebabkan oleh terjadinya satu atau beberapa kerugian dalam ukuran besar, jauh melebihi rata-rata kerugian risiko-risiko lain didalam portfolio. Ini berarti didalam portofolio asuransi tersebut terdapat risiko-risiko dengan nilai pertanggungan yang besar atau sangat besar dibandingkan risiko-risiko lain. Risiko-risiko ini boleh jadi tidak banyak jumlahnya didalam portofolio tersebut, namun berpotensi membawa kerugian sangat besar.

Maka salah satu cara paling efektif untuk mencegah terjadinya kerugian besar pada risiko-risiko besar tersebut adalah melalui reasuransi fakultatif. Pertama, underwriter menetapkan berapa kerugian maksimal yang sanggup ditanggungnya, ini disebut retensi.  Selanjutnya bagian risiko melebihi retensi dipindahkan kepada reasuransi melalui reasuransi fakultatif.

Fakultatif Proporsional

Katakanlah ada sebuah gedung besar dengan nilai pertanggungan 100 miliar rupiah. Perusahaan asuransi ABC menetapkan retensinya pada Rp 25 miliar atau setara dengan 25% dari nilai risiko. Ia kemudian menawarkan kelebihan risiko yang tak sanggup ditahannya sebesar Rp 75 miliar kepada sebuah perusahaan reasuransi. Setelah menganalisa informasi tentang risiko tersebut yang diberikan oleh perusahaan asuransi, katakanlah perusahaan reasuransi XYZ memutuskan untuk berpartisipasi dengan mengambil semua risiko yang ditawarkan yaitu 75% atau maksimal Rp 75 miliar. Rupanya perusahaan reasuransi ini merasa risiko ini bagus dan syarat ketentuan yang ditawarkan juga baik. Oleh karena itu, ia mengambil semua bagian risiko yang ditawarkan dan tidak mau berbagi dengan perusahaan reasuransi lain. Dengan demikian perusahaan asuransi tidak perlu lagi mendekati perusahaan (re)asuransi lain untuk menawarkan risiko, karena seluruhnya telah dicover. Dalam istilah asuransi situasi ini disebut bahwa risiko telah fully placed.

Situasi ini digambarkan oleh diagram sebelah kanan dari gambar dibawah ini. Penempatan ini disebut Fakultatif proporsional. Fakultatif karena ia bersifat sukarela atau optional bagi kedua belah pihak. Pihak asuransi bebas apakah mau menawarkan atau tidak. Demikian pun perusahaan reasuransi yang menerima penawaran bebas pula untuk menerima atau menolak atau menerima dengan syarat-syarat tertentu yang biasanya dilanjutkan dengan negosiasi. Ia disebut proporsional karena terdapat hubungan yang proporsional antara saham perusahaan asuransi dan reasuransi dalam risiko, premi dan klaim. Dalam contoh ini, risiko dibagi 25 : 75 antara asuransi dan reasuransi, maka rasio yang sama berlaku pula pada premi dan klaim. Misalkan premi dari risiko ini adalah Rp 100 juta, maka perusahaan asuransi berhak mendapatkan 25 juta dan reasuransi 75 juta.

Demikian pula klaim, berapapun besarnya klaim akan di bagi dengan rasio 25 : 75. Untuk klaim relatif kecil sebesar 5 miliar yang ditunjukkan garis merah melintang yang paling bawah, asuradur ABC akan menahan Rp 1.25 m dan reasuradur XYZ mrnanggung Rp 3.75 m (75%). Bila terjadi total loss yang ditunjukkan oleh garis merah melintang paling atas, maka asuradur menahan maksimal Rp 25 miliar dan reasuradur membayar Rp 75 miliar. Jadi, singkatnya semua pihak akan terlibat dalam setiap klaim, tak peduli besar atau kecil, dan saham mereka mengikuti proporsi yang tetap.

190514 Fakultatif prop non prop Capture
Fakultatif Non-proporsional vs Proporsional

Fakultatif Non-proporsional

Ada alternatif kedua yang tersedia bagi perusahaan asuransi dalam menawarkan kelebihan risiko yang tak ingin ditahannya, yaitu melalui metode non-proporsional. Dalam hal ini, Fakultatif non-proporsional. Ia dapat digambarkan dengan memutar diagram fakultatif proporsional disebelah kanan sejauh 90% derajat anti-clockwise (berlawanan arah jarum jam). Dengan begitu bagian retensi dan reasuransi tak lagi sebelah menyebelah. Retensi dan bagian reasuransi disusun bertumpuk dari bawah ke atas, dimana bagian reasuransi berada diatas retensi.

Disebut metode non-proporsional karena hubungan antara risiko, premi dan klaim yang menjadi bagian asuradur dan reasuradur tidak lagi proporsional atau mengikuti rasio tertentu yang tetap. Meskipun liabilitas maksimum masing-masing pihak dalam kedua metode adalah sama (25 miliar dan 75 miliar), namun bagaimana kerugian dibagi untuk kasus partial loss (bukan total loss) akan sangat berbeda.

Penempatan fakultatif non-proporsional dalam contoh ini artinya perusahaan asuransi ABC akan menahan semua loss atau kerugian hingga Rp 25 m dan reasuradur XYZ hanya akan terlibat untuk bagian loss diatasnya. Jadi, untuk dua klaim Rp 5 m dan 20 m yang ditunjukkan dua garis merah horizontal dibagian bawah, sepenuhnya ditanggung oleh asuradur ABC. Reasuradur XYZ hanya terlibat pada kerugian ketiga dimana ia membayar maksimal Rp 75 m dan asuradur ABC juga membayar sebesar maksimal retensi Rp 25 m. Mengingat penentu besarnya liabilitas asuradur maupun reasuradur adalah besarnya kerugian (loss) dan bahwasanya reasuradur hanya akan terlibat bila loss telah melewati (excess) nilai tertentu, maka metode non proporsional biasa juga disebut excess of loss.

Kembali ke diagram sebelah kiri dari gambar diatas, dimana bagian reasuradur berada diatas bagian asuradur dan kerugian bergerak dari bawah ke atas. Mestinya tidak sulit untuk melihat bahwa bagian asuradur dan reasuradur terekspose atau terpapar terhadap kerugian pada intensitas yang berbeda. Retensi asuradur terekspose dengan intensitas lebih tinggi dari pada bagian reasuradur, karena posisinya dibawah dan klaim juga bergerak dari bawah ke atas (from ground up). Retensi asuradur akan terlibat pada setiap klaim yang valid, tanpa terkecuali. Sedangkan reasuradur hanya akan terlibat bila loss lebih besar dari retensi asuradur. Jadi, perbandingan intensitas terpapar terhadap kerugian antara asuradur dan reasuradur tidak proporsional terhadap liabilitas maksimum masing-masing.

Karena retensi asuradur yang terpapar lebih hebat terhadap risiko, maka semestinya ia mendapat premi lebih besar. Sedangkan reasurasur, meski memiliki liabilitas maksimal jauh lebih besar, ia mendapat bagian premi lebih kecil karena ia terpapar risiko pada intensitas lebih lemah.

Jadi, dapat dirangkum bahwa reasuransi fakultatif adalah bentuk penempatan reasuransi yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Kedua belah pihak menikmati kebebasan penuh.  Perusahaan asuransi bebas untuk menawarkan dan perusahaan reasuransi bebas untuk menerima, menolak atau menerima dengan syarat dan ketentuan tertentu.
  • Penempatan risiko dilakukan per risiko secara individual
  • Reasuransi fakultatif dapat dilakukan dengan metode proporsional dan non-proporsional.
Advertisements

2 thoughts on “28.Reasuransi Fakultatif: Suka sama suka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s