30. Reasuransi treaty: buta dan otomatis

Pada penghujung artikel Reasuransi fakultatif: suka sama suka telah kita simpulkan bahwa kedua pihak (asuradur dan reasuradur) menikmati kebebasan penuh dalam penempatan reasuransi dan seluruh administrasi dilakukan secara individual, risiko per risiko.

Dengan bertambahnya volume bisnis dan kebutuhan proteksi reasuransi fakultatif, hal ini akan menimbulkan masalah baru dimana kebutuhan sumber daya manusia dan lainnya akan meningkat pula. Ujungnya, biaya operasional perusahaan menggembung. Adakah jalan keluarnya?

Tekanan terhadap sumberdaya, terutama biaya, melahirkan pendekatan lain dalam praktek reasuransi, yaitu berbasiskan portofolio. Inilah yang disebut sebagai reasuransi treaty. Disini asuradur dan para reasuradur menyepakati kontrak reasuransi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku untuk suatu portofolio risiko (kumpulan banyak risiko). Kontrak reasuransi ini umumnya juga berjalan untuk periode satu tahun, kebanyakan dimulai setiap 1 Januari atau 1 Juli. Ada juga asuradur yang treaty nya dimulai 1 April atau 1 September, tapi tidak banyak. Memulai treaty pada tanggal selain yang telah disebut tentulah tidak terlarang, hanya saja jarang dilakukan.

treaty from Sunbury News

Source: Sunbury news

Syarat dan ketentuan dari sebuah treaty meliputi banyak aspek, diantaranya yang paling penting adalah:

  • Jenis risiko atau lini bisnis yang dicover oleh treaty
  • Cakupan wilayah dimana risiko berada atau dimana polis asuransi diterbitkan
  • Detail mengenai bagaimana setiap risiko dibagi antara asuradur dan reasuradur. Terutama dalam hal ini adalah berapa maksimal retensi yang dapat ditahan asuradur dan berapa maksimal risiko yang dapat dibagi dengan reasuradur.
  • Besarnya komisi reasuransi, komisi keuntungan (profit commission) dan distribusi surplus, bila ada.
  • Besarnya premi reasuransi yang harus dibayar.
  • Pelaporan rutin atas performa treaty dari asuradur kepada reasuradur.
  • Ketentuan mengenai penyelesaian klaim antara asuradur dan reasuradur.
  • Pengecualian, baik berupa risiko, okupasi, peril atau keadaan yang tidak dijamin oleh kontrak reasuransi treaty dimaksud.

Setelah treaty untuk satu tahun disepakati syarat dan ketentuannya, maka semua risiko yang dimiliki oleh asuradur yang berada dalam ruang lingkup treaty tersebut mestilah ditransfer atau dibagi dengan reasuradur, tanpa terkecuali. Bagaimana setiap risiko itu dibagi juga haruslah mengikuti syarat dan ketentuan treaty tersebut. Proses mentransfer atau membagi risiko dari asuradur ke reasuradur lebih dikenal sebagai sesi atau cession.

Jadi, ada unsur kewajiban dalam treaty dimana asuradur wajib membagi setiap risiko yang berada didalam ruang lingkup treaty dan bagaimana pembagian itu dilakukan juga harus mengikuti syarat dan ketentuan treaty itu sendiri. Disisi lain, reasuradur wajib pula menerima sesi risiko dari asuradur sepanjang ia sejalan dengan syarat dan ketentuan treaty. Ini tentu bertolak belakang dengan fakultatif dimana kedua pihak punya kebebasan penuh, suka sama suka.

Dengan kata lain, suka sama suka antara asuradur dan reasuradur hanya terjadi setahun sekali saat menegosiasikan syarat dan ketentuan perjanjian treaty, namun tidak terdapat pada proses pensesian setiap risiko kedalam treaty.

Syarat dan ketentuan treaty yang komprehensif ini memungkinkan dilakukannya sesi secara otomatis untuk risiko-risiko secara individual. Maknanya, asuradur tidak lagi perlu meminta persetujuan reasuradur untuk mensesikan suatu risiko kedalam treaty. Reasuradur hanya perlu disuplai dengan laporan secara berkala, biasanya per kuartal. Laporan ini cukup dalam bentuk rangkuman saja yang dikenal sebagai Statement of amount (STOA). Jadi reasuradur tidak punya detail risiko-risiko yang ia jamin melalui treaty tersebut. Pada dasarnya STOA merangkum berapa jumlah premi, komisi dan klaim untuk kuartal tertentu.

Pembayaran antara asuradur dan reasuradur dilakukan atas selisih atau saldonya saja. Apabila total premi lebih besar dari pada komisi dan klaim, asuradur yang membayar selisihnya kepada reasuradur. Sebaliknya bila komisi dan klaim melebihi premi, reasuradurlah yang membayar kepada asuradur. Pengelolaan administrasi treaty seperti ini, dimana reasuradur tidak selalu melihat atau memiliki catatan detail atas risiko-risiko yang dijaminnya, disebut blind treaty. Namun ada pula treaty yang mempersyaratkan STOA agar dilampiri dengan borderaux (daftar) risiko dengan butir-butir detail yang ditetapkan. Hanya saja sedikit jumlahnya.

Demikian pula halnya dengan penyelesaian klaim, dimana reasuradur tidak selalu melihat detailnya. Untuk klaim-klaim yang relatif kecil, asuradur dapat menyelesaikan sendiri lalu memasukkan bagian reasuradur kedalam STOA. Persetujuan reasuradur sama sekali tidak diperlukan. Hanya pada kasus klaim-klaim besar, yang bahagian untuk reasuradur melampaui batas tertentu sebagaimana tercantum dalam perjanjian treaty, reasuradur perlu dilibatkan. Asuradur perlu membuat laporan klaim tersendiri (loss advice) dan memastikan reasuradur mendapat informasi terkini perihal progress penyelesaian klaim. Sedangkan untuk klaim tertentu yang lebih besar dan komplek, bahkan keputusan-keputusan dalam proses penyelesaian klaim haruslah diambil bersama dengan reasuradur.

Praktek sesi otomatis dan no-borderaux (blind treaty) ini terbukti sangat efisien dengan memangkas begitu banyak proses administrasi dan komunikasi antar asuradur dan reasuradur. Disisi lain, blind treaty memerlukan tingkat saling percaya yang tinggi antara asuradur dan reasuradur. Semestinyalah kedua pihak sepenuhnya mematuhi prinsip dasar asuransi utmost good faith.

Advertisements

2 thoughts on “30. Reasuransi treaty: buta dan otomatis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s