Mengerti Asuransi

37. Mengenal produk asuransi jiwa: Asuransi jiwa seumur hidup dan endowment assurance

Artikel Mengenal produk asuransi jiwa: asuransi jiwa berjangka (term life assurance) telah memperkenalkan dua kelompok besar produk asuransi jiwa, yakni produk proteksi saja dan produk proteksi dan investasi. Kelompok pertama telah dijabarkan oleh artikel itu, yang meliputi bahasan singkat tentang term life assurance, baik yang harga pertanggungannya tetap maupun menurun.

Asuransi jiwa berjangka (term life assurance) adalah bentuk asuransi jiwa yang paling sederhana. Tentu saja ia tak mampu memenuhi berbagai kebutuhan nasabah, terutama yang ingin menggunakan asuransi jiwa sebagai pilihan instrumen berinvestasi, selain proteksi atas kematian prematur. Keterbatasan inilah yang kemudian mendorong evolusi produk asuransi jiwa guna memenuhi kebutuhan publik yang semakin komplek dan beragam.

Ada setidaknya dua keterbatasan dari term life assurance, yaitu:

  1. Term life assurance memberi proteksi untuk jangka waktu relatif singkat. Bila tertanggung menginginkan untuk terus terproteksi maka polis perlu diperpanjang. Masalahnya, premi meningkat seiring menuanya usia and akhirnya mencapai tingkat yang terlalu mahal. Setiap kali polis diperpanjang, tertanggung harus merogoh kantong lebih dalam untuk nilai pertanggungan yang sama. Ini tentu masuk akal, meski ajal sepenuhnya ditangan Tuhan, semakin tua usia, semakin besar peluang seseorang meninggal dalam jangka waktu tertentu (satu tahun kedepan misalnya). Konsekuensi logisnya adalah premi akan semakin tinggi.
  2. Tidak bisa dipakai untuk menyimpan uang atau berinvestasi karena umumnya term life assurance tidak mengumpulkan nilai tunai. Bila periode selesai, maka premi yang telah dibayarkan hangus. Bila polis dibatalkan dalam masa pertanggungan, tidak ada nilai tunai dapat dicairkan untuk tertanggung. Memang demikianlah adanya, terms assurance memang didesain untuk memberi proteksi saja.

Dua keterbatasan inilah yang melahirkan produk asuransi jiwa seumur hidup atau whole life assurance.

Whole life assurance

Seusai namanya, whole life assurance memberi proteksi sepanjang hayat. Ia terbagi kedalam dua jenis yaitu ordinary dan limited-payment.

Ordinary life assurance

Ini adalah jenis whole life assurance yang memberi proteksi hingga usia sangat lanjut seperti 100 tahun, dimana klaim kematian hampir pasti akan terjadi, karena peluang seseorang hingga 100 tahun atau lebih adalah sangat tipis. Dengan periode yang sangat panjang ini. tidak lagi perlukan perpanjangan polis sebagaimana yang terdapat pada term assurance.

Premi dibayarkan secara rutin hingga tertanggung meninggal dunia atau usia 100 tahun tersebut tercapai. Premi yang dibayarkan besarannya tetap, tidak bertambah seiring menuanya usia.

Apabila tertanggung diberi umur panjang dan masih hidup hingga 100 tahun, maka klaim sebesar harga pertanggungan akan tetap dibayarkan kepadanya.

Dengan jelas dapat kita lihat bahwa ordinary life assurance mengatasi keterbatasan pertama dari term assurance yaitu periode pertanggungan yang pendek, perlu perpanjangan dan premi yang terus meningkat.

Limited-payment life assurance

Ini adalah jenis kedua dari whole life assurance. Ia berbeda dari ordinary life assurance dalam hal pembayaran premi yang dibatasi dalam periode tertentu saja seperti 10, 20, 25 atau 30 tahun terhitung sejak polis terbit. Dengan kata lain tidak mesti hingga usia lanjut 100 tahun. Misalnya, seseorang berusia 35 tahun membeli limited-payment life assurance untuk periode 20 tahun. Ia membayar premi secara rutin hingga usia 55 tahun saja. Ketika tiba saatnya ia berhenti membayar premi ini, polis biasa disebut telah paid up (seluruh preminya telah dibayar).

Kapan klaim akan dibayarkan? Sama dengan ordinary life, ahli waris akan menerima pembayaran klaim bila si tertanggung meninggal dunia, baik selama periode pembayaran atau setelahnya (periode paid up). Atau, apabila tertanggung hidup hingga 100 tahun, ia juga akan menerima pembayaran tunai sebesar harga pertanggungan. Saat pembayaran klaim terjadi, baik karena tertanggung meninggal dunia maupun hidup hingga 100 tahun, polis dikatakan mature atau mencapai maturity.

Source: baituljannah.com

Whole life assurance, baik ordinary maupun limited-payment dapat memiliki elemen tabungan atau investasi yang disebut cash surrender values. Nilai tunai ini terbentuk karena periode polis yang panjang sehingga premi proteksi kematian prematur dapat diinvestasikan dan memberikan hasil yang signifikan. Apalagi, karena suku premi tidak berubah selama periode pertanggungan yang panjang itu, sesungguhnya pada tahun-tahun awal polis dan pemegang polis masih muda, ia membayar premi yang lebih besar dari pada usianya saat itu. Hal ini tidak merugikannya sama sekali, karena sebaliknya pada tahun-tahun selanjutnay dimana pemegang polis sudah tua, ia sebenarnya membayar premi yang lebih rendah dari pada semestinya. Dari sisi investasi, membayar lebih diawal ini justru baik karena kelebihan dana itu diinvestasikan untuk waktu yang lama sehingga hasilnya lumayan.

Selain faktor kelebihan premi proteksi yang diuraikan diatas, bisa juga ada produk whole life assurance yang sengaja ditambahkan komponen investasi. Dengan demikian premi yang dibayarkan, meski ditampilkan sebagai jumlah tunggal, sesungguhnya terdiri dari dua bagian yaitu premi proteksi untuk mengantisipasi kematian prematur dan bagian untuk investasinya.

Dalam produk whole life assurance, proteksi dan investasi tidak dipisahkan, baik dalam hal premi maupun nilai pertanggungan. Pokoknya tertanggung dijanjikan akan menerima sejumlah uang bila meninggal atau mencapai usia 100 tahun atau sejumlah yang lebih rendah apabila tertanggung membatalkan polis ditengah jalan (surrender).

Endowment assurance

Endowment assurance adalah variasi dari limited-payment life assurance. Perbedaannya dari limited-payment life assurance adalah, dalam hal tertanggung masih hidup saat polis mencapai paid up (pada contoh diatas setelah 25 tahun pembayaran premi dan tertanggung mencapai usia 60 tahun), uang pertanggungan dapat segera dicairkan. Ia tidak perlu menunggu usia 100 tahun.

Dalam hal ia meninggal dunia dimasa pembayaran premi, sama dengan whole life assurance, ahli warisnya akan menerima pembayaran klaim.

Periode pembayaran premi yang terbatas dan bisa relatif singkat (5 atau 10 tahun saja) plus keleluasan menerima dana tunai begitu periode itu selesai (tidak perlu menunggu usia 100 tahun), membuat endowment tidak lagi dikategorikan whole life assurance (asuransi jiwa seumur hidup).

Sampai disini saya harapkan anda dapat melihat bahwa whole life dan endowment sesungguhnya dengan efektif mampu memberi solusi atas keterbatasan term assurance. Namun demikian, tetap saja ada kritik atas keduanya. Diantaranya adalah kurangnya transparansi dan rendahnya hasil investasi. Kelemahan ini mendorong lahirnya bentuk lain dari produk asuransi jiwa yang akan kita bahas pada kesempatan berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s