Curhat nasabah Bumiputera

Senin, 11 November 2019. Sehari selepas hari Pahlawan.  Tidak ada yang istimewa.  Saya memposting link ke salah satu artikel diblog yang sempat saya update semalam.  Tidak istimewa.  Hanya terjemahan kedalam Bahasa Inggris dari artikel pendek tentang judi vs asuransi yang saya tulis beberapa bulan lalu dalam Bahasa Indonesia. Tetapi, respon postingan itu disalah satu grup … Continue reading Curhat nasabah Bumiputera

Advertisements

8. Gambling vs insurance: Basic principles of insurance (part 1)

If insurance were a process of producing something, the five requirements for insurable risks as explained in Gambling vs insurance: requirements for insurable risks are screening over raw materials. What we will discuss below, on the other hand, are to do with the production process. They are basic principles that must be fulfilled in the … Continue reading 8. Gambling vs insurance: Basic principles of insurance (part 1)

7. Gambling vs Insurance: Requirements for insurable risks

We end previous article Between Gambling and Insurance with a statement that basically only pure risks are insurable, while speculative risks are not. However, it is not necessarily that every pure risks are insurable. In other words, pure risk is not the only condition for a risk to be insurable. To ensure insurance does not … Continue reading 7. Gambling vs Insurance: Requirements for insurable risks

6. Between gambling and insurance

Previous articles in the series of 'Understanding Insurance' have discussed what risk is, how it is grouped based on frequency and severity, at a glance how insurance works based on the principle of pooling of risks and law of large number and also briefly alluded to concept of hazard . We continue now to discuss … Continue reading 6. Between gambling and insurance

5. Risk Management and Insurance

The previous four articles in the series of Understanding Insurance have laid a basic understanding of risk. Article number one, What is risk?, is defining risks and making arguments about the conservation of risk. The second article, Categorizing risks, sorts risks out into four categories based on a combination of frequency and severity. Several actions … Continue reading 5. Risk Management and Insurance

36. Alur kontribusi reasuransi syariah akad wakalah (non-Indonesian model)

Dengan mencermati alur kontribusi atau premi yang diuraikan oleh dua artikel terdahulu (no 34 dan 35), pembaca tentu telah dapat melihat perbedaan antara praktek reasuransi syariah akad wakalah bil ujrah dan reasuransi konvensional. Sebagian dari anda mungkin berpendapat bahwa mekanisme reasuransi syariah terlihat lebih rumit dari pada konvensional. Ini adalah konsekuensi dari pembelahan kontribusi menjadi … Continue reading 36. Alur kontribusi reasuransi syariah akad wakalah (non-Indonesian model)

35. Alur premi pada reasuransi konvensional

Selepas rilis dua artikel terakhir tentang alur kontribusi pada asuransi dan reasuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah, muncul ide untuk memaparkan pula bagaimana alur premi pada asuransi dan reasuransi konvensional. Dengan demikian pembaca dapat melihat atau membandingkan perbedaan kedua praktek yang merupakan implikasi dari perbedaan prinsip yang melandasi. Sebagaimana telah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya, … Continue reading 35. Alur premi pada reasuransi konvensional