Kabacarito

Jadwal meeting dari Tuhan

Setiap berada di Jakarta untuk keperluan pekerjaan, saya berusaha memaksimalkan waktu untuk bertemu sebanyak mungkin klien, bisa lima atau enam janji pertemuan sehari, termasuk makan siang dan makan malam. Bahkan bisa tujuh bila tiba-tiba ada breakfast meeting. Tentu saja tidak mudah memampatkan agenda sebanyak itu dalam sehari untuk kondisi lalu lintas Jakarta. Diperlukan pengaturan urutan… Continue reading Jadwal meeting dari Tuhan

Kabacarito

Ucok, Petani Sayur di Kaki Sinabung

Namanya Agusti Lubis, tapi disekolah kami memanggilnya Ucok. Kini, di media sosial ia menggunakan nama beken Surbakti Asahan, tak tau aku apa sejarahnya nama itu. Ia pindah ke kota kecil kami dari kampungnya di Sumatera Utara dan tinggal bersama seorang kakaknya disebuah rumah kontrakan di Dusun Nek, Sungai Penuh. Aku satu kelas dengannya selama tiga… Continue reading Ucok, Petani Sayur di Kaki Sinabung

Kabacarito

Rak Sepatu 113

Rabu, 31 Juli 2019, musim haji 1440H, Masjidil Haram, Makkah. Selepas Ashar, kantuk mendera begitu hebatnya, saya memutuskan untuk lelap sejenak. Risikonya jelas, saya akan terlambat menuju Masjid dan harus berjibaku menemukan celah untuk Shalat Maghrib yang selalu lebih ramai. Saya tinggalkan kamar hotel sekitar satu jam sebelum azan, benar saja, hampir semua pintu telah… Continue reading Rak Sepatu 113

Kabacarito

Hui Kin Lap

Hui Kin Lap. Begitu namanya. Rambutnya telah putih belaka, saya jangka usianya paling tidak 65 tahun. Ia adalah supir taksi berwarna merah yang sore itu membawa saya dari Hong Kong International Airport menuju hotel di area Wan Chai. Tidak ada yang istimewa sepanjang perjalanan. Kami juga tidak bercakap-cakap. Hingga saat taksi telah berada dikawasan Central… Continue reading Hui Kin Lap

Kabacarito

Telegram dalam kenangan

Bumi yang kita diami telah dan terus menciut, karena jarak tak lagi relevan. Komunikasi dapat dilakukan secara instan dan langsung melalui berbagai media yang menghantar teks, suara, gambar diam dan gambar bergerak secepat kilat. Kita demikian tergantung pada kenyamanan komunikasi super cepat itu. Begitu pemerintah membatasi layanan aplikasi sosial media utama seperti facebook, Instagram, Twitter… Continue reading Telegram dalam kenangan

Kabacarito

Bareh Solok vs Bareh Dolog

Tersiar kabar bahwa aparat negara, sipil dan militer, akan kembali menerima pembagian makanan pokok berupa beras. Konon keputusan ini diambil mengingat terlalu banyak beras menumpuk di gudang-gudang Bulog akibat beras impor yang tak laku dijual dipasaran. Apapun alasannya, ini mengingatkanku pada masa lalu sekitar tahun 80-an saat aparat militer dan pegawai negeri sipil menerima beras… Continue reading Bareh Solok vs Bareh Dolog

Kabacarito

Setiap hamba akan diuji

Hari itu Jumat, 11 Mei 2018. Kami masih menikmati libur selepas Pilihan Raya Umum ke 14 (#Pru14) dua hari sebelumnya. Namun si nomor dua Zaki tetap kesekolah karena sedang ada event Pentas Seni. Saya dan si sulung Daffa merencanakan shalat Jumat di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur sambil menjemput Zaki. Ternyata khusus hari itu tidak ada… Continue reading Setiap hamba akan diuji

Kabacarito

Tak sekali lancung ke ujian

Kosa kata "Curang" telah menjadi trending topic semenjak pelaksanaan pemilihan umum pertengahan April 2019, bahkan sebelumnya. Kata itu paling banyak ditulis dan disebut diberbagai media. Kecurangan pada Pilpres dan Pileg yang baru saja dilangsungkan sungguh telah menjadi buah simalakama bagi bangsa Indonesia. Serba salah. Dimakan Ibu mati, bila tak dimakan Bapak mati. Bila terbukti, ia… Continue reading Tak sekali lancung ke ujian

Kabacarito

Pencuri lugu yang mempesona

Jupi, sebut saja namanya begitu. Saban hari ia masuk keluar kampung dengan motor bebek merahnya. Bersamanya selalu ada sebuah tas hitam berisi dua kamera analog, lampu flash, beberapa gulungan film bermerk Fuji atau konica dan empat lembar kain berukuran kurang lebih 1.5m x 1.5m. Kain-kain polos itu berbeda-beda warna, ada merah tua, biru, hijau dan putih.… Continue reading Pencuri lugu yang mempesona

Kabacarito

Tambuah ciek: what you see, what you get

Tidak sekedar tentang quick count vs real count, rumah makan Padang mengajarkan banyak nilai-nilai positif yang bermanfaat dalam kehidupan, termasuk dalam hal penyelenggaraan pemilihan umum... eh 😊🙈 Transparansi Salah satu pakem utama rumah makan Padang adalah semua makanan atau lauk yang mereka punya dipamerkan di rak display kaca dibagian depan rumah makan. Demikian pentingnya pakem… Continue reading Tambuah ciek: what you see, what you get