28.Reasuransi Fakultatif: Suka sama suka

Pada artikel sebelumnya Reasuransi: Asuransipun perlu asuransi telah dibahas bahwa perusahaan asuransi yang mengelola portofolio risiko terancam bangkrut apabila total klaim yang harus dibayarnya melebihi premi yang berhasil dikumpulkan dan aset-aset lain yang dimilikinya. Ancaman kebangkrutan ini dapat terjadi melalui empat skenario yaitu terjadinya lonjakan frekuensi klaim, terjadinya lonjakan severity klaim (tingkat keparahan), terjadi lonjakan … Continue reading 28.Reasuransi Fakultatif: Suka sama suka

Advertisements

27. Reasuransi: asuransipun perlu asuransi

Bukan hanya anda, bahkan perusahaan asuransipun memerlukan asuransi. Begini kisahnya. Mengapa seorang pemilik risiko akhirnya memutuskan untuk memindahkan risikonya kepada pihak lain melalui asuransi konvensional atau membagi risikonya dengan para peserta yang lain melalui asuransi syariah? Karena berdasarkan analisanya, apabila risiko itu berubah menjadi bencana, ia tak akan sanggup menanggung konsekuensi finansialnya. Tahukah anda bahwa … Continue reading 27. Reasuransi: asuransipun perlu asuransi

26. Hati yang luka

Tidak lama selepas saya posting artikel 24. Makelar Asuransi, yang mengulas tentang agen dan pialang asuransi, tiba respon dari salah satu whatsapp group. Seorang kawan mendeklarasikan diri sebagai anti asuransi. Baginya asuransi adalah riba dan bertentangan dengan Syariah, tak terkecuali asuransi syariah. Namun sisi menarik dari kisahnya adalah bahwa ia pernah dikecewakan dan merasa ditipu … Continue reading 26. Hati yang luka

25. Koasuransi: Risiko Besar, Kapasitas Kurang

Koasuransi adalah situasi dimana sebuah risiko atau objek pertanggungan diasuransikan kepada dua atau lebih perusahaan asuransi. Singkatnya, satu tertanggung, tapi ada dua atau lebih penanggung. Kapasitas terbatas Alasan utama diperlukan lebih dari satu perusahaan asuransi untuk satu risiko adalah keterbatasan kapasitas atau kemampuan perusahaan asuransi untuk menanggung risiko tersebut. Misalnya, total harga pertanggungan sebuah IDR … Continue reading 25. Koasuransi: Risiko Besar, Kapasitas Kurang

24. Makelar Asuransi

Asuransi bekerja diatas prinsip bilangan besar dimana kerugian sebagian kecil ditanggung bersama-sama oleh banyak orang atau pihak. Semakin banyak populasi risiko dalam satu portofolio asuransi semakin baik karena ia menjadi lebih stabil dan lebih mudah diprediksi. Maka dari itu, sangat penting bagi perusahaan asuransi untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya tertanggung untuk menjadi nasabahnya. Bagaimana caranya? Perusahaan asuransi … Continue reading 24. Makelar Asuransi

23. Personal or non-personal

Pada artikel sebelumnya telah disebutkan bahwa macam ragam asuransi dapat ditinjau dari dua sudut pandang berbeda, yaitu objek risikonya atau pemilik dari objek risiko tersebut. Telah kita bahas sudut pandang pertama dalam artikel terdahulu, kini mari kita tinjau sudut pandang kedua, yakni pemilik risiko. Objek risiko dapat berupa aset riil (tangible asset) seperti bangunan atau … Continue reading 23. Personal or non-personal

22. Macam ragam asuransi

Telah dua puluh satu artikel dalam bagian ini membahas sisi teori dari asuransi, baik asuransi konvensional maupun syariah.  Kini saatnya melihat apa yang disediakan oleh industri asuransi untuk manfaat bagi publik. Publik sering dibuat bingung karena demikian banyaknya macam ragam produk asuransi disekitar mereka dengan berbagai nama dan fitur. Padahal produk-produk itu pada dasarnya adalah … Continue reading 22. Macam ragam asuransi