dkhairatTV, Learning

MES Malaysia Webinar Series: Mengapa Kita Perlu Alternatif untuk Asuransi Konvensional?

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Perwakilan Khusus Malaysia menyelenggarakan serial webinar bertema besar “Takaful bukan sekedar asuransi”. Serial webinar ini dibagi ke dalam 5 (lima) sesi, setiap sesi berdurasi kurang lebih 2 (dua) jam. Sesi kedua dengan sub-tema “Mengapa Kita Perlu Alternatif untuk Asuransi Konvensional?” telah terlaksana pada hari Sabtu, 13 Juni 2020, pukul 10.00-12.00 WIB atau 11.00-13.00 waktu… Continue reading MES Malaysia Webinar Series: Mengapa Kita Perlu Alternatif untuk Asuransi Konvensional?

Understanding Insurance

13. How to make Insurance in line with Shariah?

Discussions in the last two articles Why is conventional insurance not in line with Sharia? (part 1) and Why is conventional insurance not in line with Sharia? (part 2) have led us to the conclusion that the principal problem that makes conventional insurance unacceptable to Shariah is the mechanism of transferring risk from the insured… Continue reading 13. How to make Insurance in line with Shariah?

Understanding Insurance

12. Why is conventional insurance not in line with Shariah? (part 2)

Riba Riba (usury) is divided into two groups, namely riba fadl and riba nasi'ah. Riba fadl is usury from an exchange between two objects (for example money with money, gold with gold, silver with silver, and so on). Whereas riba nasi'ah occurs due to a delay in delivery or payment. Thus, bank interest is clearly… Continue reading 12. Why is conventional insurance not in line with Shariah? (part 2)

Understanding Insurance

11. Why is conventional insurance not in line with Shariah? (part 1)

As promised in the previous article Why do we still need Sharia compliant insurance?, let us now discuss the reasons why conventional insurance is not acceptable by Shariah even though it plays very noble role and several legally recognized fences have been created to protect it from falling into gambling or speculation. Risk transfer and… Continue reading 11. Why is conventional insurance not in line with Shariah? (part 1)

Riskonomics

Memerangi gejala, menafikan penyakit

Dalam sebuah pertemuan diawal pekan lalu, seorang kawan praktisi reasuransi syariah mengajak diskusi tentang model reasuransi syariah wakalah bil ujrah yang dipraktekkan di Indonesia, terutama disektor asuransi umum.  Inti dari pertanyaan sahabat praktisi ini adalah bagaimana dampak dari kecenderungan perusahaan asuransi syariah yang menaikkan porsi ujrah (sehingga menurunkan porsi dana tabarru') terhadap reasuransi syariah? Source:… Continue reading Memerangi gejala, menafikan penyakit

Mengerti Asuransi

38. Mengenal produk asuransi jiwa: variable, universal life dan unit link

Produk asuransi jiwa whole life assurance (asuransi jiwa seumur hidup) yang kita bahas pada artikel sebelumnya Mengenal produk asuransi jiwa: asuransi seumur hidup dan endowment assurance memiliki setidaknya dua kelemahan yaitu: Hasil tabungan atau investasi yang relatif rendah.Rendahnya tingkat transparansi dari perusahaan asuransi terhadap pemegang polis. Keduanya sesungguhnya merupakan implikasi dari kenyataan bahwa perusahaan asuransi… Continue reading 38. Mengenal produk asuransi jiwa: variable, universal life dan unit link

Mengerti Asuransi

36. Alur kontribusi reasuransi syariah akad wakalah (non-Indonesian model)

Dengan mencermati alur kontribusi atau premi yang diuraikan oleh dua artikel terdahulu (no 34 dan 35), pembaca tentu telah dapat melihat perbedaan antara praktek reasuransi syariah akad wakalah bil ujrah dan reasuransi konvensional. Sebagian dari anda mungkin berpendapat bahwa mekanisme reasuransi syariah terlihat lebih rumit dari pada konvensional. Ini adalah konsekuensi dari pembelahan kontribusi menjadi… Continue reading 36. Alur kontribusi reasuransi syariah akad wakalah (non-Indonesian model)

Mengerti Asuransi

34. Alur kontribusi pada reasuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah

Telah diuraikan dalam artikel sebelumnya Alur kontribusi pada asuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah bahwa kontribusi yang dibayarkan peserta dibelah menjadi dana tabarru' dan ujrah. Bila skema asuransi menggunakan wakalah bil ujrah, maka secara alamiah akan lebih mudah dan efisien apabila reasuransi syariah juga menggunakan akad yang sama. Bagaimana penerapannya dalam praktek? Berikut uraiannya.… Continue reading 34. Alur kontribusi pada reasuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah

Mengerti Asuransi

33. Alur kontribusi pada asuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) telah memfatwakan bahwa wakalah bil ujrah adalah salah satu akad yang dapat digunakan dalam skema asuransi syariah untuk menjelaskan hubungan antara perusahaan asuransi sebagai operator dan para peserta. Lebih lanjut mengenai akad ini dapat dibaca di Membaca Fatwa no. 52/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Wakalah bil Ujrah pada Asuransi Syariah… Continue reading 33. Alur kontribusi pada asuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah

Mengerti Asuransi

32. Kenapa polis asuransi syariah saya tidak ada bagi hasilnya?

Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering dilontarkan oleh konsumen asuransi syariah. Dalam sebuah seminar kecil sebagai bagian dari pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Malaysia oleh Ketua OJK merangkap Ketua MES Pusat, Prof. Dr. Wimboh Santoso, di KBRI Kuala Lumpur, 21 September 2019 yang lalu, ia kembali mengemuka. Persepsi bahwa setiap produk asuransi… Continue reading 32. Kenapa polis asuransi syariah saya tidak ada bagi hasilnya?