27. Reasuransi: asuransipun perlu asuransi

Bukan hanya anda, bahkan perusahaan asuransipun memerlukan asuransi. Begini kisahnya. Mengapa seorang pemilik risiko akhirnya memutuskan untuk memindahkan risikonya kepada pihak lain melalui asuransi konvensional atau membagi risikonya dengan para peserta yang lain melalui asuransi syariah? Karena berdasarkan analisanya, apabila risiko itu berubah menjadi bencana, ia tak akan sanggup menanggung konsekuensi finansialnya. Tahukah anda bahwa … Continue reading 27. Reasuransi: asuransipun perlu asuransi

Advertisements

Galau Asuransi Umum Syariah: Palu Gada & Ekslusifitas

Hari Jumat di awal April 2019, saya ambil cuti sehari dan terbang ke Jakarta untuk menyelesaikan beberapa urusan pribadi diakhir pekan.  Seperti biasa, berusaha menghabiskan waktu ditanah air dengan kegiatan-kegiatan positif, paling tidak berjumpa dengan kawan sambil ngopi.  Sore itu saya bertemu dengan seorang kawan dari industri asuransi yang telah bertahun-tahun aktif menjadi pialang reasuransi. … Continue reading Galau Asuransi Umum Syariah: Palu Gada & Ekslusifitas

25. Koasuransi: Risiko Besar, Kapasitas Kurang

Koasuransi adalah situasi dimana sebuah risiko atau objek pertanggungan diasuransikan kepada dua atau lebih perusahaan asuransi. Singkatnya, satu tertanggung, tapi ada dua atau lebih penanggung. Kapasitas terbatas Alasan utama diperlukan lebih dari satu perusahaan asuransi untuk satu risiko adalah keterbatasan kapasitas atau kemampuan perusahaan asuransi untuk menanggung risiko tersebut. Misalnya, total harga pertanggungan sebuah IDR … Continue reading 25. Koasuransi: Risiko Besar, Kapasitas Kurang

24. Makelar Asuransi

Asuransi bekerja diatas prinsip bilangan besar dimana kerugian sebagian kecil ditanggung bersama-sama oleh banyak orang atau pihak. Semakin banyak populasi risiko dalam satu portofolio asuransi semakin baik karena ia menjadi lebih stabil dan lebih mudah diprediksi. Maka dari itu, sangat penting bagi perusahaan asuransi untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya tertanggung untuk menjadi nasabahnya. Bagaimana caranya? Perusahaan asuransi … Continue reading 24. Makelar Asuransi

23. Personal or non-personal

Pada artikel sebelumnya telah disebutkan bahwa macam ragam asuransi dapat ditinjau dari dua sudut pandang berbeda, yaitu objek risikonya atau pemilik dari objek risiko tersebut. Telah kita bahas sudut pandang pertama dalam artikel terdahulu, kini mari kita tinjau sudut pandang kedua, yakni pemilik risiko. Objek risiko dapat berupa aset riil (tangible asset) seperti bangunan atau … Continue reading 23. Personal or non-personal

22. Macam ragam asuransi

Telah dua puluh satu artikel dalam bagian ini membahas sisi teori dari asuransi, baik asuransi konvensional maupun syariah.  Kini saatnya melihat apa yang disediakan oleh industri asuransi untuk manfaat bagi publik. Publik sering dibuat bingung karena demikian banyaknya macam ragam produk asuransi disekitar mereka dengan berbagai nama dan fitur. Padahal produk-produk itu pada dasarnya adalah … Continue reading 22. Macam ragam asuransi

5. Manajemen Risiko dan Asuransi

Empat artikel terdahulu dalam serial Mengerti Asuransi telah meletakkan pemahaman dasar tentang risiko. Artikel pertama Risiko, Apakah Itu?┬ámendefinisikan risiko dan mengajukan argumen tentang kekekalan risiko. Artikel kedua Pilah Pilih Risiko┬ámemilah risiko kedalam empat kategori berdasarkan kombinasi frequency dan severity. Telah pula diperkenalkan beberapa aksi atau tindakan yang dapat kita ambil atas risiko-risiko itu, yakni to … Continue reading 5. Manajemen Risiko dan Asuransi