Curhat nasabah Bumiputera

Senin, 11 November 2019. Sehari selepas hari Pahlawan.  Tidak ada yang istimewa.  Saya memposting link ke salah satu artikel diblog yang sempat saya update semalam.  Tidak istimewa.  Hanya terjemahan kedalam Bahasa Inggris dari artikel pendek tentang judi vs asuransi yang saya tulis beberapa bulan lalu dalam Bahasa Indonesia. Tetapi, respon postingan itu disalah satu grup … Continue reading Curhat nasabah Bumiputera

Advertisements

36. Alur kontribusi reasuransi syariah akad wakalah (non-Indonesian model)

Dengan mencermati alur kontribusi atau premi yang diuraikan oleh dua artikel terdahulu (no 34 dan 35), pembaca tentu telah dapat melihat perbedaan antara praktek reasuransi syariah akad wakalah bil ujrah dan reasuransi konvensional. Sebagian dari anda mungkin berpendapat bahwa mekanisme reasuransi syariah terlihat lebih rumit dari pada konvensional. Ini adalah konsekuensi dari pembelahan kontribusi menjadi … Continue reading 36. Alur kontribusi reasuransi syariah akad wakalah (non-Indonesian model)

35. Alur premi pada reasuransi konvensional

Selepas rilis dua artikel terakhir tentang alur kontribusi pada asuransi dan reasuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah, muncul ide untuk memaparkan pula bagaimana alur premi pada asuransi dan reasuransi konvensional. Dengan demikian pembaca dapat melihat atau membandingkan perbedaan kedua praktek yang merupakan implikasi dari perbedaan prinsip yang melandasi. Sebagaimana telah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya, … Continue reading 35. Alur premi pada reasuransi konvensional

34. Alur kontribusi pada reasuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah

Telah diuraikan dalam artikel sebelumnya Alur kontribusi pada asuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah bahwa kontribusi yang dibayarkan peserta dibelah menjadi dana tabarru' dan ujrah. Bila skema asuransi menggunakan wakalah bil ujrah, maka secara alamiah akan lebih mudah dan efisien apabila reasuransi syariah juga menggunakan akad yang sama. Bagaimana penerapannya dalam praktek? Berikut uraiannya. … Continue reading 34. Alur kontribusi pada reasuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah

33. Alur kontribusi pada asuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) telah memfatwakan bahwa wakalah bil ujrah adalah salah satu akad yang dapat digunakan dalam skema asuransi syariah untuk menjelaskan hubungan antara perusahaan asuransi sebagai operator dan para peserta. Lebih lanjut mengenai akad ini dapat dibaca di Membaca Fatwa no. 52/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Wakalah bil Ujrah pada Asuransi Syariah … Continue reading 33. Alur kontribusi pada asuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah

32. Kenapa polis asuransi syariah saya tidak ada bagi hasilnya?

Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering dilontarkan oleh konsumen asuransi syariah. Dalam sebuah seminar kecil sebagai bagian dari pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Malaysia oleh Ketua OJK merangkap Ketua MES Pusat, Prof. Dr. Wimboh Santoso, di KBRI Kuala Lumpur, 21 September 2019 yang lalu, ia kembali mengemuka. Persepsi bahwa setiap produk asuransi … Continue reading 32. Kenapa polis asuransi syariah saya tidak ada bagi hasilnya?

30. Reasuransi treaty: buta dan otomatis

Pada penghujung artikel Reasuransi fakultatif: suka sama suka telah kita simpulkan bahwa kedua pihak (asuradur dan reasuradur) menikmati kebebasan penuh dalam penempatan reasuransi dan seluruh administrasi dilakukan secara individual, risiko per risiko. Dengan bertambahnya volume bisnis dan kebutuhan proteksi reasuransi fakultatif, hal ini akan menimbulkan masalah baru dimana kebutuhan sumber daya manusia dan lainnya akan … Continue reading 30. Reasuransi treaty: buta dan otomatis