Uncategorized

Rumah bambu kami

Dua puluh tiga Oktober seribu sembilan ratus delapan puluh, adik bungsuku lahir. Ibu mengajar di SMP yang jaraknya dua kilo meter dari rumah.  Abak mulai sering menginap di ladang, setelah beberapa anak ladang (peladang penggarap yang bekerja sama dengan pemilik ladang melalui skema bagi hasil) tidak ada yang becus.  Abak marabo (marah besar) dan memutuskan… Continue reading Rumah bambu kami

Uncategorized

Abak dan Batu Akik

Telah kuceritakan bahwa mendiang Abak (ayah) adalah seorang multi talenta, namun tak pernah benar-benar sukses secara financial dari satu pun keahliannya itu.  Ia pernah menjadi penjahit, tukang pangkas rambut, tukang reparasi sepeda, tukang patri, pembuat sekaligus distributor bubuk kopi, pembuat kue sangko (semacam kue putu kering), pedagang tembakau, petani kopi dan petani kayu manis.Fenomena popularitas… Continue reading Abak dan Batu Akik