Uncategorized

Ramadan tempo doeloe (16): Project BuBar

 BukBer (Buka Bersama) atau BuBar (Buka Bareng) telah menjadi fenomena dahsyat beberapa tahun belakangan ini. Tidak lagi hanya terbatas pada kelompok kecil individu atau keluarga dekat, bahkan korporasi dan organisasi besar telah pula menjadikannya agenda wajib setiap Ramadan.  Seorang kawan di Jakarta bahkan menerima undangan buka bersama melebihi jumlah hari dibulan Ramadan. Dari kantor sendiri, supplier,… Continue reading Ramadan tempo doeloe (16): Project BuBar

Uncategorized

Ramadan tempo doeloe (10): Pasa Mambo

Ketika masih tinggal didusun bersama Ibu dan Abak, selama bulan Ramadan, pabukoan (makanan pembatal puasa) selalu kami buat sendiri.  Bahkan beberapa bahan bakunya seperti ubi, singkong, pisang, labu, pepaya, alpukat dan tebu, berasal dari kebun sendiri.  Didusun kami tidak ada pasar kaget yang tiba-tiba muncul dibulan Ramadan saja, dimana kita dapat membeli segala macam pabukoan.  Paling-paling,… Continue reading Ramadan tempo doeloe (10): Pasa Mambo

Uncategorized

Ramadan tempo doeloe (4): Dilarang kentut

Pabukoan adalah kata dalam bahasa minang untuk makanan atau minuman khas untuk berbuka puasa, terutama dibulan Ramadan.  Meski sirup ABC rasa jeruk bertahan terus sebagai pilihan utama pembatal puasa kami sekeluarga, Ibu tetap mengupayakan untuk membuat pabukoan sebangsa kolak dan kawan-kawannya.  Meski Ibu tahu bahwa kami semua sudah ikut mazhab Abak dalam berbuka, langsung menyantap nasi… Continue reading Ramadan tempo doeloe (4): Dilarang kentut