Four eyes principle

Bagi yang berkarir diindustri asuransi, terutama underwriter, tentulah sangat familiar dengan istilah ini, four eyes principle. Underwriter adalah seseorang yang menganalisa sebuah risiko lalu mengambil keputusan apakah akan mengambil risiko tersebut atau tidak. Ia pula yang menetapkan, bila keputusannya adalah mengambil risiko itu, terms and conditions (syarat dan ketentuan) untuk pertanggungan tersebut. Syarat dan ketentuan … Continue reading Four eyes principle

Advertisements

20. Asuransi Syariah: Siapa Untung, Siapa Buntung?

Pada asuransi konvensional, perusahaan asuransi yang bertindak sebagai penanggung mengambil alih risiko yang semula berada pada tertanggung. Untuk itu ia menerima pembayaran premi sebagai harga atas pengambilalihan yang dilakukannya. Semua premi itu merupakan hak perusahaan asuransi sepenuhnya. Telah kita bahas sebelumnya bahwa premi itu adalah harga dari kontrak jual beli yang diterapkan pada asuransi konvensional. … Continue reading 20. Asuransi Syariah: Siapa Untung, Siapa Buntung?

19. Wakala Fee Membuat Asuransi Syariah lebih mahal dari pada Konvensional. Benarkah?

Kita pahami dari bahasan-bahasan sebelumnya bahwa hanya ada satu akad pada asuransi konvensional, yaitu jual beli. Tetapi ada dua akad pada asuransi syariah, yakni tabarru' dan wakalah bil ujrah. Konsekuensinya ada komponen baru pada asuransi syariah yang tidak pernah ada di konvensional. Namanya ujrah atau wakalah fee. Kalau begitu, asuransi syariah akan selalu lebih mahal … Continue reading 19. Wakala Fee Membuat Asuransi Syariah lebih mahal dari pada Konvensional. Benarkah?

18. Asuransi Syariah: Mengapa Premi menjadi Kontribusi?

Bila anda mengikuti terus artikel-artikel yang diposting secara reguler kedalam website ini mestilah anda telah memahami setidaknya dalam garis besar bagaimana asuransi konvensional dan asuransi syariah berbeda secara fundamental.  Terutama bila anda membaca artikel ke 13 hingga 17 dimana dijelaskan bagaimana risk transfer digantikan oleh risk sharing dan adanya perbedaan perikatan antara para pihak yang selanjutnya … Continue reading 18. Asuransi Syariah: Mengapa Premi menjadi Kontribusi?

13. Mensyariahkan Asuransi

Source: BanyanRFPDiskusi pada dua artikel terakhir Mengapa asuransi konvensional tidak sejalan Syariah? (bagian 1) dan Mengapa asuransi konvensional tidak sejalan Syariah? (bagian 2) telah menghantarkan kita pada kesimpulan bahwa pokok pangkal masalah yang membuat asuransi konvensional tidak diterima Syariah adalah mekanisme pemindahan risiko dari tertanggung ke penanggung.  Adapun persoalan terkait dengan riba, gharar dan maysir … Continue reading 13. Mensyariahkan Asuransi

15. Asuransi Konvensional vs Syariah: Peran, Hak dan Kewajiban para Pihak

Telah kita diskusikan dalam artikel sebelumnya Asuransi Konvensional vs Syariah: Perikatan antara para pihak bahwa asuransi konvensional dan syariah memiliki perbedaan mendasar dalam hal bentuk perjanjian antara para pihak yang terlibat didalamnya.  Pada asuransi konvensional hanya ada satu perjanjian atau akad yaitu jual beli, dimana tertanggung adalah pembeli dan penanggung adalah penjual.  Sedangkan pada asuransi syariah … Continue reading 15. Asuransi Konvensional vs Syariah: Peran, Hak dan Kewajiban para Pihak

14. Asuransi Konvensional vs Syariah: Perikatan antara para pihak

Telah kita akhiri artikel sebelumnya Mensyariahkan Asuransi dengan pernyataan bahwa takaful atau asuransi syariah yang kita kenal sekarang adalah hasil modifikasi yang fundamental dari asuransi konvensional.  Modifikasi itu dilakukan dengan menanggalkan konsep risk transfer (pemindahan risiko) yang merupakan pokok masalah utama dari sisi syariah dan menggantinya dengan konsep risk sharing (berbagi risiko). Pernyataan itu barangkali memberi kesan … Continue reading 14. Asuransi Konvensional vs Syariah: Perikatan antara para pihak