Bareh Solok vs Bareh Dolog

Tersiar kabar bahwa aparat negara, sipil dan militer, akan kembali menerima pembagian makanan pokok berupa beras. Konon keputusan ini diambil mengingat terlalu banyak beras menumpuk di gudang-gudang Bulog akibat beras impor yang tak laku dijual dipasaran. Apapun alasannya, ini mengingatkanku pada masa lalu sekitar tahun 80-an saat aparat militer dan pegawai negeri sipil menerima beras … Continue reading Bareh Solok vs Bareh Dolog

Advertisements

Dara cantik pembawa baki

Saat itu TV hitam putih 14 inchi merek National adalah pusat hiburan keluarga kami, bahkan para tetangga. Dan TVRI, yang mengudara dari pukul empat tiga puluh petang hingga menjelang tengah malam, adalah satu-satunya stasiun TV. Ada dua tayangan yang wajib ditonton, keduanya siaran langsung. Yang pertama, siaran langsung pertarungan tinju kelas berat Mike Tyson. Yang … Continue reading Dara cantik pembawa baki

Ramadan tempo doeloe (7): Ikut bedug Masjid Agung An Nur Pekanbaru

Rumah bambu kami berada didekat sekolah dimana ibu mengajar, jaraknya sekitar satu kilometer dari dusun.  Karena itu bunyi bedug maghrib ditabuh tidak selalu terdengar.  Azan yang mengikutinyapun sayup-sayup sampai, cenderung tak terdengar.  Ini tentu menjadi masalah dibulan Ramadan dimana kita disunnahkan berbuka diawal waktu, tidak boleh dilambat-lambatkan.  Apalagi bagi kami anak-anak, bila petang itu kami … Continue reading Ramadan tempo doeloe (7): Ikut bedug Masjid Agung An Nur Pekanbaru

Sekolah Kami

BendiKami tumbuh di Sungai Penuh, kota mungil yang tersuruk jauh di bibir lembah Kerinci, dikurung kerimbunan hutan hujan tropis Taman Nasional Kerinci Seblat, di ketinggian pegunungan Bukit Barisan.  Di kota ini semua tempat dapat dicapai dengan berjalan kaki.  Sekolah, pasar, terminal, rumah kawan, masjid, rumah sakit, lapangan sepak bola, semuanya.  Maka sebagian besar dari kami … Continue reading Sekolah Kami