29. Mengasuransikan Lebaran

Lebaran sebentar lagi menjelang. Perlukah asuransi untuk menyambutnya? Dengan penduduk sebagian besar beragama Islam, tak pelak hari raya Idul Fitri atau lebaran menjadi momen perayaan penting dan semarak setahun sekali. Banyak ragam aktivitas dan kemeriahan yang dilakukan seputar lebaran. Mulai dari mudik atau pulang kampung, silaturahim dengan kerabat, berwisata, belanja baju baru, memasak berbagai kuliner … Continue reading 29. Mengasuransikan Lebaran

Ramadan tempo doeloe (11): Baju rayo

Hari raya identik dengan baju baru, terutama bagi anak-anak. Bagi kami bertiga, ia bahkan menjadi teramat penting. Pasalnya, itu saja satu-satunya kesempatan kami untuk memiliki baju baru nan cukup rancak untuk dibawa bepergian atau mengahadiri acara-acara diluar rumah. Diluar bulan Ramadan, bisa saja kami membeli baju baru, tapi pastilah itu seragam sekolah. Atau, Ibu mungkin … Continue reading Ramadan tempo doeloe (11): Baju rayo

Ramadan tempo doeloe (2): Sirup ABC rasa jeruk

Kurma tidak selalu bisa didapat didusun kami, bahkan dibulan Ramadan.  Apa daya, tidak selalu kami dapat mengikuti sunnah Rasul untuk berbuka dengan tiga butir kurma.  Melainkan kami berbuka dengan sirup ABC rasa jeruk, setiap hari.  Sepanjang dua puluh sembilan atau tiga puluh hari bulan Ramadan.  Ibarat pepatah, tiada kurma, sirup ABC pun jadi.Demikianlah, sirup ABC … Continue reading Ramadan tempo doeloe (2): Sirup ABC rasa jeruk

Ramadan tempo doeloe (28): Dua Syawal Hari Pelajar

Kampung dimana aku dilahirkan, dimasa kecilku secara administratif, dibagi menjadi empat dusun (desa).  Setiap dusun (tentu) punya kepala desa atau lurah sendiri. Masing-masing juga punya masjid sendiri, karang taruna sendiri, klub sepak bola sendiri dan gedung serbaguna sendiri.  Warga dusun menyebut gedung serbaguna itu sebagai "gedung" saja, sebagaimana mereka menyebut sepeda motor segala merek sebagai … Continue reading Ramadan tempo doeloe (28): Dua Syawal Hari Pelajar