Setiap hamba akan diuji

Hari itu Jumat, 11 Mei 2018. Kami masih menikmati libur selepas Pilihan Raya Umum ke 14 (#Pru14) dua hari sebelumnya. Namun si nomor dua Zaki tetap kesekolah karena sedang ada event Pentas Seni. Saya dan si sulung Daffa merencanakan shalat Jumat di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur sambil menjemput Zaki. Ternyata khusus hari itu tidak ada … Continue reading Setiap hamba akan diuji

Advertisements

Aku dan Pemilu

1992 Aku masih sekolah kelas dua SMA, di Kerinci. Mencoblos untuk pertama kali. Mendebarkan, seperti jelang malam pertama. Saat itu hanya tiga kontestan, PPP, Golkar dan PDI, tidak berubah sejak 1977. Ibu yang pegawai negeri menyarankan Golkar, sementara Abak (Ayah) yang multi-profesi, typical urang awak, bersifat netral, terserah aku. Dibilik TPS yang meminjam ruang kelas … Continue reading Aku dan Pemilu

Uda Tamrin: potret nyata diaspora Indonesia

Pulang ke Padang siang ini, telah saya pesan taksi online menuju bandara.  Order saya diambil pengemudi bernama Indra bin Tamrin.  Kini saya telah duduk dikursi belakang, taksi mulai bergerak."Nak pegi mana, Encik?", ia buka pembicaraan."Saya nak balik Padang," jawab saya."Encik orang awak, ke?", tanyanya sambil menoleh ke belakang."Iya"."Encik boleh cakap Minang?, tanyanya lagi."Lai", saya jawab … Continue reading Uda Tamrin: potret nyata diaspora Indonesia

Kisah Nyata: Orang Kosong

Source: http://www.tempo.coHari itu jantung Condro berdegup lebih kencang. Raut mukanya menegang menyiratkan harap-harap cemas. Ia akan bertemu Nuri, istri tercintanya, untuk pertama kalinya dalam dua setengah bulan terakhir.Berjumpa kembali setelah sekian lama tak saling menatap tentu membahagiakan. Namun bangunan besar bertembok tinggi itu bukanlah tempat terbaik untuk bertemu melepas rindu. Ia adalah penjara wanita Kajang, … Continue reading Kisah Nyata: Orang Kosong