Ucok, Petani Sayur di Kaki Sinabung

Namanya Agusti Lubis, tapi disekolah kami memanggilnya Ucok. Kini, di media sosial ia menggunakan nama beken Surbakti Asahan, tak tau aku apa sejarahnya nama itu. Ia pindah ke kota kecil kami dari kampungnya di Sumatera Utara dan tinggal bersama seorang kakaknya disebuah rumah kontrakan di Dusun Nek, Sungai Penuh. Aku satu kelas dengannya selama tiga … Continue reading Ucok, Petani Sayur di Kaki Sinabung

Advertisements

Pasar Tani: Pertanian adalah Perniagaan

Ini kejadian awal September lalu saat lini masa media sosial masih hangat menggunjingkan IPB, pasca pidato presiden Jokowi saat dies natalis IPB ke-54.  Sudah lama sekali rasanya tema pertanian tidak lagi mengisi ruang bincang kita.  Sepanjang yang saya dapat ingat, hal itu terakhir terjadi lebih dari seperempat abad yang lalu, saat kelompencapir adalah organisasi paling … Continue reading Pasar Tani: Pertanian adalah Perniagaan

Dialog dengan Presiden tentang IPB

Lini masa saya hari-hari ini riuh rendah oleh gelombang tanggapan alumni IPB atas kritik Presiden Jokowi saat berpidato dalam Dies Natalis IPB ke-54.  Apalagi kalau bukan soal lulusan IPB yang bekerja dibanyak bidang lain, tidak ada yang jadi petani.Sebagai alumni IPB yang tersesat di industri asuransi, maka izinkan saya nimbrung barang sebait dua.Sesungguhnya kritikan itu … Continue reading Dialog dengan Presiden tentang IPB

Kisah Nyata: Orang Kosong

Source: http://www.tempo.coHari itu jantung Condro berdegup lebih kencang. Raut mukanya menegang menyiratkan harap-harap cemas. Ia akan bertemu Nuri, istri tercintanya, untuk pertama kalinya dalam dua setengah bulan terakhir.Berjumpa kembali setelah sekian lama tak saling menatap tentu membahagiakan. Namun bangunan besar bertembok tinggi itu bukanlah tempat terbaik untuk bertemu melepas rindu. Ia adalah penjara wanita Kajang, … Continue reading Kisah Nyata: Orang Kosong

Ramadan tempo doeloe (15): Pusara yang hilang

Salah satu kebiasaan menjelang bulan Ramadan tiba adalah menziarahi makam orang tua atau keluarga dekat. Ketika aku masih kecil dulu, ada empat kerabat dekat yang telah berpulang. Kedua orang tua Ibu, Iyak (Nenek) yang wafat setahun sebelum aku lahir dan Inyiak (Kakek) yang berpulang ketika aku berumur tiga tahun.  Lalu sepasang adik ibu yang aku … Continue reading Ramadan tempo doeloe (15): Pusara yang hilang