Mengerti Asuransi

29. Mengasuransikan Lebaran

Lebaran sebentar lagi menjelang. Perlukah asuransi untuk menyambutnya? Dengan penduduk sebagian besar beragama Islam, tak pelak hari raya Idul Fitri atau lebaran menjadi momen perayaan penting dan semarak setahun sekali. Banyak ragam aktivitas dan kemeriahan yang dilakukan seputar lebaran. Mulai dari mudik atau pulang kampung, silaturahim dengan kerabat, berwisata, belanja baju baru, memasak berbagai kuliner… Continue reading 29. Mengasuransikan Lebaran

Kabacarito

Ramadan tempo doeloe (25): Guru digugat

Ramai kabar belakangan ini, dimedia mainstream maupun media sosial, tentang guru yang digugat. Seorang guru dilaporkan ke polisi karena mencubit muridnya. Ada ibu guru yang masuk bui karena memukul muridnya. Saya tidak pernah memukul anak-anak saya. Saya tidak mendukung guru menggunakan kekerasan terhadap anak muridnya. Namun, guru juga manusia, yang kesabarannya tidak tak berbatas. Banyak… Continue reading Ramadan tempo doeloe (25): Guru digugat

Kabacarito

Ramadan tempo doeloe (22) : Rendang ningrat

Selain galamai (Ramadan tempo doeloe (20) : Galamai juara dunia http://kabacarito.blogspot.com/2016/06/ramadan-tempo-doeloe-20-galamai-juara.html) dan berbagai jenis kue rayo (Ramadan tempo doeloe (18): Kue rayo http://kabacarito.blogspot.com/2016/06/ramadan-tempo-doeloe-18-kue-rayo.html), makanan utama sebangsa nasi dan kamwan-kawan mestilah pula istimewa dihari raya.  Bagi kami istimewa artinya makan nasi dengan lauk daging.  Hanya empat kali setahun kami menikmati daging, yaitu saat kenduri sko, awal… Continue reading Ramadan tempo doeloe (22) : Rendang ningrat

Uncategorized

Ramadan tempo doeloe (19): Long distance massage

Pada suatu hari dibulan Ramadan, hujan turun sangat lebatnya.  Selokan kecil dibelakang rumah tak mampu menampung debit air dan airpun melimpah menggenangi dapur kami.  Tidaklah tinggi sebenarnya, paling-paling semata kaki.  Namun cukup membuat lantai dapur menjadi licin.  Mujur tak dapat diraih, malangpun tak dapat ditolak.  Ibu tergelincir dan tangan kanannya secara refleks bertumpu ke lantai.… Continue reading Ramadan tempo doeloe (19): Long distance massage

Uncategorized

Ramadan tempo doeloe (17): Didikan subuh

Disaat muda mudi aktivis tarawih asmara dan asmara subuh menyalahgunakan Ramadan dengan kegiatan tak terpuji, masih ada sekelompok anak-anak lebih belia yang mengisi Ramadan dengan aktivitas jauh lebih bermakna. Anak-anak ini masih usia SD. Sekali dalam sepekan, biasanya diakhir pekan mereka tetap duduk di Masjid Raya selepas Subuh untuk mengikuti kegiatan yang dinamakan Didikan Subuh.… Continue reading Ramadan tempo doeloe (17): Didikan subuh

Uncategorized

Ramadan tempo doeloe (18): Kue rayo

Disebut kue rayo karena kami membuatnya spesial untuk hari raya, diluar itu tidak pernah. Kadang kami menyebutnya kue mentega, karena bahan utamanya adalah mentega atau margarine dari merek yang melegenda, Blue Band. Ia sebenarnya adalah kue kering atau cookies yang dibuat dengan berbagai kombinasi adonan dan dicetak dengan bentuk berbagai rupa. Kue mentega sebenarnya bukanlah… Continue reading Ramadan tempo doeloe (18): Kue rayo

Uncategorized

Jangan pernah katakan ‘Apalah arti sebuah nama’

Check out dari Pullman Thamrin hari ini dan hijrah ke hotel budget karena urusan pekerjaan sudah selesai.  Saya minta tolong concierge mengirim orang mengangkut barang-barang.Seorang porter datang dengan troli khas hotel.  Ali namanya.  Sambil mengangkat koper ia bertanya, "Bapak asalnya dari mana?".  Agak kaget saya jawab, "saya lahir di Kerinci, kedua orang tua saya dari… Continue reading Jangan pernah katakan ‘Apalah arti sebuah nama’

Uncategorized

Ramadan tempo doeloe (16): Project BuBar

 BukBer (Buka Bersama) atau BuBar (Buka Bareng) telah menjadi fenomena dahsyat beberapa tahun belakangan ini. Tidak lagi hanya terbatas pada kelompok kecil individu atau keluarga dekat, bahkan korporasi dan organisasi besar telah pula menjadikannya agenda wajib setiap Ramadan.  Seorang kawan di Jakarta bahkan menerima undangan buka bersama melebihi jumlah hari dibulan Ramadan. Dari kantor sendiri, supplier,… Continue reading Ramadan tempo doeloe (16): Project BuBar

Uncategorized

Ramadan tempo doeloe (15): Pusara yang hilang

Salah satu kebiasaan menjelang bulan Ramadan tiba adalah menziarahi makam orang tua atau keluarga dekat. Ketika aku masih kecil dulu, ada empat kerabat dekat yang telah berpulang. Kedua orang tua Ibu, Iyak (Nenek) yang wafat setahun sebelum aku lahir dan Inyiak (Kakek) yang berpulang ketika aku berumur tiga tahun.  Lalu sepasang adik ibu yang aku… Continue reading Ramadan tempo doeloe (15): Pusara yang hilang

Uncategorized

Ramadan tempo doeloe (14) : Matine show

Di era 1980-an, ada tiga bioskop di Sungai Penuh, yaitu bioskop Karya, bioskop Purnama dan bioskop Candra.  Belakangan bioskop Karya terbakar habis dan tidak pernah beroperasi kembali.  Hingga saya meninggalkan Kerinci ditahun 1993, duo Purnama dan Candra memonopoli dunia perbioskopan kabupaten kami.  Tak ada lawan.  Entah kenapa nama keduanya terkait dengan rembulan.  Jaringan bioskop 21… Continue reading Ramadan tempo doeloe (14) : Matine show