Riskonomics

Memerangi gejala, menafikan penyakit

Dalam sebuah pertemuan diawal pekan lalu, seorang kawan praktisi reasuransi syariah mengajak diskusi tentang model reasuransi syariah wakalah bil ujrah yang dipraktekkan di Indonesia, terutama disektor asuransi umum.  Inti dari pertanyaan sahabat praktisi ini adalah bagaimana dampak dari kecenderungan perusahaan asuransi syariah yang menaikkan porsi ujrah (sehingga menurunkan porsi dana tabarru') terhadap reasuransi syariah? Source:… Continue reading Memerangi gejala, menafikan penyakit

Mengerti Asuransi

36. Alur kontribusi reasuransi syariah akad wakalah (non-Indonesian model)

Dengan mencermati alur kontribusi atau premi yang diuraikan oleh dua artikel terdahulu (no 34 dan 35), pembaca tentu telah dapat melihat perbedaan antara praktek reasuransi syariah akad wakalah bil ujrah dan reasuransi konvensional. Sebagian dari anda mungkin berpendapat bahwa mekanisme reasuransi syariah terlihat lebih rumit dari pada konvensional. Ini adalah konsekuensi dari pembelahan kontribusi menjadi… Continue reading 36. Alur kontribusi reasuransi syariah akad wakalah (non-Indonesian model)

Mengerti Asuransi

35. Alur premi pada reasuransi konvensional

Selepas rilis dua artikel terakhir tentang alur kontribusi pada asuransi dan reasuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah, muncul ide untuk memaparkan pula bagaimana alur premi pada asuransi dan reasuransi konvensional. Dengan demikian pembaca dapat melihat atau membandingkan perbedaan kedua praktek yang merupakan implikasi dari perbedaan prinsip yang melandasi. Sebagaimana telah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya,… Continue reading 35. Alur premi pada reasuransi konvensional

Mengerti Asuransi

34. Alur kontribusi pada reasuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah

Telah diuraikan dalam artikel sebelumnya Alur kontribusi pada asuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah bahwa kontribusi yang dibayarkan peserta dibelah menjadi dana tabarru' dan ujrah. Bila skema asuransi menggunakan wakalah bil ujrah, maka secara alamiah akan lebih mudah dan efisien apabila reasuransi syariah juga menggunakan akad yang sama. Bagaimana penerapannya dalam praktek? Berikut uraiannya.… Continue reading 34. Alur kontribusi pada reasuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah

Mengerti Asuransi

30. Reasuransi treaty: buta dan otomatis

Pada penghujung artikel Reasuransi fakultatif: suka sama suka telah kita simpulkan bahwa kedua pihak (asuradur dan reasuradur) menikmati kebebasan penuh dalam penempatan reasuransi dan seluruh administrasi dilakukan secara individual, risiko per risiko. Dengan bertambahnya volume bisnis dan kebutuhan proteksi reasuransi fakultatif, hal ini akan menimbulkan masalah baru dimana kebutuhan sumber daya manusia dan lainnya akan… Continue reading 30. Reasuransi treaty: buta dan otomatis

Mengerti Asuransi

28.Reasuransi Fakultatif: Suka sama suka

Pada artikel sebelumnya Reasuransi: Asuransipun perlu asuransi telah dibahas bahwa perusahaan asuransi yang mengelola portofolio risiko terancam bangkrut apabila total klaim yang harus dibayarnya melebihi premi yang berhasil dikumpulkan dan aset-aset lain yang dimilikinya. Ancaman kebangkrutan ini dapat terjadi melalui empat skenario yaitu terjadinya lonjakan frekuensi klaim, terjadinya lonjakan severity klaim (tingkat keparahan), terjadi lonjakan… Continue reading 28.Reasuransi Fakultatif: Suka sama suka

Mengerti Asuransi

27. Reasuransi: asuransipun perlu asuransi

Bukan hanya anda, bahkan perusahaan asuransipun memerlukan asuransi. Begini kisahnya. Mengapa seorang pemilik risiko akhirnya memutuskan untuk memindahkan risikonya kepada pihak lain melalui asuransi konvensional atau membagi risikonya dengan para peserta yang lain melalui asuransi syariah? Karena berdasarkan analisanya, apabila risiko itu berubah menjadi bencana, ia tak akan sanggup menanggung konsekuensi finansialnya. Tahukah anda bahwa… Continue reading 27. Reasuransi: asuransipun perlu asuransi

Mengerti Asuransi

24. Makelar Asuransi

Asuransi bekerja diatas prinsip bilangan besar dimana kerugian sebagian kecil ditanggung bersama-sama oleh banyak orang atau pihak. Semakin banyak populasi risiko dalam satu portofolio asuransi semakin baik karena ia menjadi lebih stabil dan lebih mudah diprediksi. Maka dari itu, sangat penting bagi perusahaan asuransi untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya tertanggung untuk menjadi nasabahnya. Bagaimana caranya? Perusahaan asuransi… Continue reading 24. Makelar Asuransi

Mengerti Asuransi

23. Personal or non-personal

Pada artikel sebelumnya telah disebutkan bahwa macam ragam asuransi dapat ditinjau dari dua sudut pandang berbeda, yaitu objek risikonya atau pemilik dari objek risiko tersebut. Telah kita bahas sudut pandang pertama dalam artikel terdahulu, kini mari kita tinjau sudut pandang kedua, yakni pemilik risiko. Objek risiko dapat berupa aset riil (tangible asset) seperti bangunan atau… Continue reading 23. Personal or non-personal

Riskonomics

Galau Asuransi Umum Syariah: Susah bener ngangkatnya!

Kembali disela-sela Indonesia Rendezvous, Oktober 2018 lalu, di Nusa Dua, Bali.  Saya berbincang ringan dengan seorang eksekutif asuransi umum terkemuka yang lain, yang memiliki perusahaan asuransi syariah fully pledged dalam grupnya.  Ia sedang galau, tentang perusahaan syariahnya. Ia bertanggung jawab atas pencapaian target penjualan cabang-cabang diseluruh Indonesia, baik konvensional maupun syariah.  Galaunya tentu tidak tentang… Continue reading Galau Asuransi Umum Syariah: Susah bener ngangkatnya!