30. Reasuransi treaty: buta dan otomatis

Pada penghujung artikel Reasuransi fakultatif: suka sama suka telah kita simpulkan bahwa kedua pihak (asuradur dan reasuradur) menikmati kebebasan penuh dalam penempatan reasuransi dan seluruh administrasi dilakukan secara individual, risiko per risiko. Dengan bertambahnya volume bisnis dan kebutuhan proteksi reasuransi fakultatif, hal ini akan menimbulkan masalah baru dimana kebutuhan sumber daya manusia dan lainnya akan … Continue reading 30. Reasuransi treaty: buta dan otomatis

Advertisements

28.Reasuransi Fakultatif: Suka sama suka

Pada artikel sebelumnya Reasuransi: Asuransipun perlu asuransi telah dibahas bahwa perusahaan asuransi yang mengelola portofolio risiko terancam bangkrut apabila total klaim yang harus dibayarnya melebihi premi yang berhasil dikumpulkan dan aset-aset lain yang dimilikinya. Ancaman kebangkrutan ini dapat terjadi melalui empat skenario yaitu terjadinya lonjakan frekuensi klaim, terjadinya lonjakan severity klaim (tingkat keparahan), terjadi lonjakan … Continue reading 28.Reasuransi Fakultatif: Suka sama suka

27. Reasuransi: asuransipun perlu asuransi

Bukan hanya anda, bahkan perusahaan asuransipun memerlukan asuransi. Begini kisahnya. Mengapa seorang pemilik risiko akhirnya memutuskan untuk memindahkan risikonya kepada pihak lain melalui asuransi konvensional atau membagi risikonya dengan para peserta yang lain melalui asuransi syariah? Karena berdasarkan analisanya, apabila risiko itu berubah menjadi bencana, ia tak akan sanggup menanggung konsekuensi finansialnya. Tahukah anda bahwa … Continue reading 27. Reasuransi: asuransipun perlu asuransi

24. Makelar Asuransi

Asuransi bekerja diatas prinsip bilangan besar dimana kerugian sebagian kecil ditanggung bersama-sama oleh banyak orang atau pihak. Semakin banyak populasi risiko dalam satu portofolio asuransi semakin baik karena ia menjadi lebih stabil dan lebih mudah diprediksi. Maka dari itu, sangat penting bagi perusahaan asuransi untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya tertanggung untuk menjadi nasabahnya. Bagaimana caranya? Perusahaan asuransi … Continue reading 24. Makelar Asuransi

Engineering Fee dan Facultative Excess of Loss

Akhirnya AAUI mengambil langkah kongkrit untuk membasmi hama engineering fee (EF) yang telah menggerogoti industri asuransi umum Indonesia beberapa tahun belakangan.  Telah terbit SK AAUI no. 22 tahun 2018 yang berisi do's dan don'ts bagi perusahaan asuransi dan reasuransi anggota AAUI.  Butir-butir SK ini dapat dilihat sebagai ikrar atau komitmen industri karena diputuskan bersama, bahkan … Continue reading Engineering Fee dan Facultative Excess of Loss

Galau Asuransi Umum Syariah: Susah bener ngangkatnya!

Kembali disela-sela Indonesia Rendezvous, Oktober 2018 lalu, di Nusa Dua, Bali.  Saya berbincang ringan dengan seorang eksekutif asuransi umum terkemuka yang lain, yang memiliki perusahaan asuransi syariah fully pledged dalam grupnya.  Ia sedang galau, tentang perusahaan syariahnya. Ia bertanggung jawab atas pencapaian target penjualan cabang-cabang diseluruh Indonesia, baik konvensional maupun syariah.  Galaunya tentu tidak tentang … Continue reading Galau Asuransi Umum Syariah: Susah bener ngangkatnya!

Galau Asuransi Umum Syariah: Spin off atau Menyerah?

Di sela-sela Indonesia Rendezvous akhir Oktober 2018 lalu di Nusa Dua, Bali, saya berbincang santai dengan seorang eksekutif asuransi umum terkemuka yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS).  Ia rupanya sedang galau, tentang nasib UUS-nya, apakah akan dilanjutkan dengan spin-off atau menyerahkan lisensi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berhenti menyediakan proteksi asuransi umum syariah.Galau yang masuk akal, mengingat … Continue reading Galau Asuransi Umum Syariah: Spin off atau Menyerah?