34. Alur kontribusi pada reasuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah

Telah diuraikan dalam artikel sebelumnya Alur kontribusi pada asuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah bahwa kontribusi yang dibayarkan peserta dibelah menjadi dana tabarru' dan ujrah. Bila skema asuransi menggunakan wakalah bil ujrah, maka secara alamiah akan lebih mudah dan efisien apabila reasuransi syariah juga menggunakan akad yang sama. Bagaimana penerapannya dalam praktek? Berikut uraiannya. … Continue reading 34. Alur kontribusi pada reasuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah

Advertisements

31. Mengenal produk asuransi jiwa: asuransi jiwa berjangka (term life assurance)

Mengetahui saya bekerja di industri asuransi, maka ramai keluarga, kawan dan kerabat menghubungi bila mana mereka memiliki persoalan, pertanyaan atau keraguan tentang asuransi. Meski tak semua mampu saya jawab dengan baik karena demikian luasnya cakupan asuransi. Paling banyak soalan mereka adalah terkait dengan asuransi jiwa atau kesehatan. Wajar, bagi seorang individu, perlindungan atas risiko-risiko terkait … Continue reading 31. Mengenal produk asuransi jiwa: asuransi jiwa berjangka (term life assurance)

30. Reasuransi treaty: buta dan otomatis

Pada penghujung artikel Reasuransi fakultatif: suka sama suka telah kita simpulkan bahwa kedua pihak (asuradur dan reasuradur) menikmati kebebasan penuh dalam penempatan reasuransi dan seluruh administrasi dilakukan secara individual, risiko per risiko. Dengan bertambahnya volume bisnis dan kebutuhan proteksi reasuransi fakultatif, hal ini akan menimbulkan masalah baru dimana kebutuhan sumber daya manusia dan lainnya akan … Continue reading 30. Reasuransi treaty: buta dan otomatis

28.Reasuransi Fakultatif: Suka sama suka

Pada artikel sebelumnya Reasuransi: Asuransipun perlu asuransi telah dibahas bahwa perusahaan asuransi yang mengelola portofolio risiko terancam bangkrut apabila total klaim yang harus dibayarnya melebihi premi yang berhasil dikumpulkan dan aset-aset lain yang dimilikinya. Ancaman kebangkrutan ini dapat terjadi melalui empat skenario yaitu terjadinya lonjakan frekuensi klaim, terjadinya lonjakan severity klaim (tingkat keparahan), terjadi lonjakan … Continue reading 28.Reasuransi Fakultatif: Suka sama suka

Excess of loss retakaful is not Shariah compliant?

On a sunny Friday afternoon, a young PhD candidate in Islamic Finance came for a discussion about non-proportional method of retakaful. She brought with her an ISRA paper that briefly touched this topic but not conclusive in any way. She had the impression that authors question shariah compliance of non-proportional retakaful method. The reason being … Continue reading Excess of loss retakaful is not Shariah compliant?