Understanding Insurance

11. Why is conventional insurance not in line with Shariah? (part 1)

As promised in the previous article Why do we still need Sharia compliant insurance?, let us now discuss the reasons why conventional insurance is not acceptable by Shariah even though it plays very noble role and several legally recognized fences have been created to protect it from falling into gambling or speculation. Risk transfer and… Continue reading 11. Why is conventional insurance not in line with Shariah? (part 1)

Riskonomics

Memerangi gejala, menafikan penyakit

Dalam sebuah pertemuan diawal pekan lalu, seorang kawan praktisi reasuransi syariah mengajak diskusi tentang model reasuransi syariah wakalah bil ujrah yang dipraktekkan di Indonesia, terutama disektor asuransi umum.  Inti dari pertanyaan sahabat praktisi ini adalah bagaimana dampak dari kecenderungan perusahaan asuransi syariah yang menaikkan porsi ujrah (sehingga menurunkan porsi dana tabarru') terhadap reasuransi syariah? Source:… Continue reading Memerangi gejala, menafikan penyakit

Learning

Workshop: Fundamental of reinsurance (Jakarta, 23-24 Jan 2020)

http://www.dkhairat.com bekerjasama dengan http://www.ahliasuransi.com menyelenggarakan workshop 2 (dua) hari dengan topik Dasar-dasar reasuransi (Fundamental of reinsurance) pada hari Kamis-Jumat, 23-24 Januari 2020 di Ayana Midplaza Hotel, Jakarta. Bahasa pengantar: Bahasa Indonesia. Note: Featured image by Whatfix Academy

Riskonomics

Menimbang adakah metode reasuransi excess of loss sejalan dengan Syariah

Note: English version of this article is available at Assessing Shariah compliance of excess of loss retakaful. Pada suatu Jumat sore yang cerah, seorang kandidat PhD Islamic Finance yang masih muda datang untuk berdiskusi tentang metode retakaful (reasuransi syariah) non-proporsional. Ia membawa sebuah makalah ISRA yang secara singkat menyentuh topik ini, namun tanpa kesimpulan. Ia… Continue reading Menimbang adakah metode reasuransi excess of loss sejalan dengan Syariah

Mengerti Asuransi

34. Alur kontribusi pada reasuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah

Telah diuraikan dalam artikel sebelumnya Alur kontribusi pada asuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah bahwa kontribusi yang dibayarkan peserta dibelah menjadi dana tabarru' dan ujrah. Bila skema asuransi menggunakan wakalah bil ujrah, maka secara alamiah akan lebih mudah dan efisien apabila reasuransi syariah juga menggunakan akad yang sama. Bagaimana penerapannya dalam praktek? Berikut uraiannya.… Continue reading 34. Alur kontribusi pada reasuransi syariah dengan akad wakalah bil ujrah

Mengerti Asuransi

31. Mengenal produk asuransi jiwa: asuransi jiwa berjangka (term life assurance)

Mengetahui saya bekerja di industri asuransi, maka ramai keluarga, kawan dan kerabat menghubungi bila mana mereka memiliki persoalan, pertanyaan atau keraguan tentang asuransi. Meski tak semua mampu saya jawab dengan baik karena demikian luasnya cakupan asuransi. Paling banyak soalan mereka adalah terkait dengan asuransi jiwa atau kesehatan. Wajar, bagi seorang individu, perlindungan atas risiko-risiko terkait… Continue reading 31. Mengenal produk asuransi jiwa: asuransi jiwa berjangka (term life assurance)

Mengerti Asuransi

30. Reasuransi treaty: buta dan otomatis

Pada penghujung artikel Reasuransi fakultatif: suka sama suka telah kita simpulkan bahwa kedua pihak (asuradur dan reasuradur) menikmati kebebasan penuh dalam penempatan reasuransi dan seluruh administrasi dilakukan secara individual, risiko per risiko. Dengan bertambahnya volume bisnis dan kebutuhan proteksi reasuransi fakultatif, hal ini akan menimbulkan masalah baru dimana kebutuhan sumber daya manusia dan lainnya akan… Continue reading 30. Reasuransi treaty: buta dan otomatis