13. Mensyariahkan Asuransi

Source: BanyanRFPDiskusi pada dua artikel terakhir Mengapa asuransi konvensional tidak sejalan Syariah? (bagian 1) dan Mengapa asuransi konvensional tidak sejalan Syariah? (bagian 2) telah menghantarkan kita pada kesimpulan bahwa pokok pangkal masalah yang membuat asuransi konvensional tidak diterima Syariah adalah mekanisme pemindahan risiko dari tertanggung ke penanggung.  Adapun persoalan terkait dengan riba, gharar dan maysir … Continue reading 13. Mensyariahkan Asuransi

Advertisements

15. Asuransi Konvensional vs Syariah: Peran, Hak dan Kewajiban para Pihak

Telah kita diskusikan dalam artikel sebelumnya Asuransi Konvensional vs Syariah: Perikatan antara para pihak bahwa asuransi konvensional dan syariah memiliki perbedaan mendasar dalam hal bentuk perjanjian antara para pihak yang terlibat didalamnya.  Pada asuransi konvensional hanya ada satu perjanjian atau akad yaitu jual beli, dimana tertanggung adalah pembeli dan penanggung adalah penjual.  Sedangkan pada asuransi syariah … Continue reading 15. Asuransi Konvensional vs Syariah: Peran, Hak dan Kewajiban para Pihak

14. Asuransi Konvensional vs Syariah: Perikatan antara para pihak

Telah kita akhiri artikel sebelumnya Mensyariahkan Asuransi dengan pernyataan bahwa takaful atau asuransi syariah yang kita kenal sekarang adalah hasil modifikasi yang fundamental dari asuransi konvensional.  Modifikasi itu dilakukan dengan menanggalkan konsep risk transfer (pemindahan risiko) yang merupakan pokok masalah utama dari sisi syariah dan menggantinya dengan konsep risk sharing (berbagi risiko). Pernyataan itu barangkali memberi kesan … Continue reading 14. Asuransi Konvensional vs Syariah: Perikatan antara para pihak

12. Mengapa asuransi konvensional tak sejalan Syariah? (bagian 2)

Riba Riba pada dasarnya terbagi dua yaitu riba fadl dan riba nasi'ah. Riba fadl adalah riba yang dapat timbul manakala terjadi pertukaran antara dua benda (misalnya uang dengan uang, emas dengan emas, perak dengan perak, dan sebagainya). Sedangkan riba nasi'ah terjadi akibat adanya penundaan delivery atau pembayaran. Dengan demikian dengan mudah dapat dilihat bahwa bunga … Continue reading 12. Mengapa asuransi konvensional tak sejalan Syariah? (bagian 2)

10. Mengapa harus ada asuransi syariah?

Source: Smith Family Photography Dalam sembilan artikel sebelum ini telah diperkenalkan apa itu risiko, bagaimana ia dikategorikan berdasarkan kekerapan (frequency) dan keparahan (severity), sekilas dibahas bagaimana asuransi menangani risiko melalui penggalangan risiko (pooling of risks) dan hukum bilangan besar (law of large number).Telah pula kita definisikan asuransi (konvensional) serta memperkenalkan pagar-pagar demi menjauhkan asuransi dari … Continue reading 10. Mengapa harus ada asuransi syariah?

Excess of loss retakaful is not Shariah compliant?

On a sunny Friday afternoon, a young PhD candidate in Islamic Finance came for a discussion about non-proportional method of retakaful. She brought with her an ISRA paper that briefly touched this topic but not conclusive in any way. She had the impression that authors question shariah compliance of non-proportional retakaful method. The reason being … Continue reading Excess of loss retakaful is not Shariah compliant?

Why Takaful Struggles to Penetrate Large Commercial Risks?

Takaful, as one of Shariah-compliant alternative to insurance, has been around for more than three decades now, since first Sudanese takaful operator began its operation in 1979.  From early 80's, Malaysian has come forward as most advanced takaful market, thanks to government persistence to push Islamic Finance.Saudi Arabia and the rest of GCC countries, Indonesia, … Continue reading Why Takaful Struggles to Penetrate Large Commercial Risks?