3. Holding hot potato: transfer or avoid

We closed second article of this series with three choices of actions available in dealing with risks, namely to ignore, to retain and to transfer. Earlier part of the same article discussed that risk can be divided into four categories based on a combination of frequency and severity. Let's continue our discussion to the risks … Continue reading 3. Holding hot potato: transfer or avoid

Advertisements

31. Mengenal produk asuransi jiwa: asuransi jiwa berjangka (term life assurance)

Mengetahui saya bekerja di industri asuransi, maka ramai keluarga, kawan dan kerabat menghubungi bila mana mereka memiliki persoalan, pertanyaan atau keraguan tentang asuransi. Meski tak semua mampu saya jawab dengan baik karena demikian luasnya cakupan asuransi. Paling banyak soalan mereka adalah terkait dengan asuransi jiwa atau kesehatan. Wajar, bagi seorang individu, perlindungan atas risiko-risiko terkait … Continue reading 31. Mengenal produk asuransi jiwa: asuransi jiwa berjangka (term life assurance)

2. Categorizing risks

We end the first article of this series What is risk? with a few questions about how we should react to the risks that we are always facing all the time. Should we keep worrying too much to the level we are paranoid enough for not doing anything? Or, should we just be a complete … Continue reading 2. Categorizing risks

1. What is risk?

We use the word "risk" in everyday conversations. "I don't want to fly with **** air anymore, it's too risky", "I just pay, the risk is low", "What is the risk of not doing this procedure, Doc?", etc. But, what is risk actually? From above sample expressions, we can see that the word risk is … Continue reading 1. What is risk?

30. Reasuransi treaty: buta dan otomatis

Pada penghujung artikel Reasuransi fakultatif: suka sama suka telah kita simpulkan bahwa kedua pihak (asuradur dan reasuradur) menikmati kebebasan penuh dalam penempatan reasuransi dan seluruh administrasi dilakukan secara individual, risiko per risiko. Dengan bertambahnya volume bisnis dan kebutuhan proteksi reasuransi fakultatif, hal ini akan menimbulkan masalah baru dimana kebutuhan sumber daya manusia dan lainnya akan … Continue reading 30. Reasuransi treaty: buta dan otomatis

Four eyes principle

Bagi yang berkarir diindustri asuransi, terutama underwriter, tentulah sangat familiar dengan istilah ini, four eyes principle. Underwriter adalah seseorang yang menganalisa sebuah risiko lalu mengambil keputusan apakah akan mengambil risiko tersebut atau tidak. Ia pula yang menetapkan, bila keputusannya adalah mengambil risiko itu, terms and conditions (syarat dan ketentuan) untuk pertanggungan tersebut. Syarat dan ketentuan … Continue reading Four eyes principle

25. Koasuransi: Risiko Besar, Kapasitas Kurang

Koasuransi adalah situasi dimana sebuah risiko atau objek pertanggungan diasuransikan kepada dua atau lebih perusahaan asuransi. Singkatnya, satu tertanggung, tapi ada dua atau lebih penanggung. Kapasitas terbatas Alasan utama diperlukan lebih dari satu perusahaan asuransi untuk satu risiko adalah keterbatasan kapasitas atau kemampuan perusahaan asuransi untuk menanggung risiko tersebut. Misalnya, total harga pertanggungan sebuah IDR … Continue reading 25. Koasuransi: Risiko Besar, Kapasitas Kurang