Ramadan tempo doeloe (26): Rantang empat tingkat

Sebelum pemekaran beberapa tahun belakangan, kampung kami terdiri dari empat desa.  Semasa gadis Ibu tinggal di Desa Batru Lempur.  Setelah menikah Ibu pindah ke sebuah rumah di Desa Lempur Mudik dan tinggal disana sekitar enam tahun.  Dirumah itu ketiga anak Ibu lahir.  Lalu Ibu dan Abak memutuskan pindah kerumah bambu yang dibangun sendiri disamping SMP … Continue reading Ramadan tempo doeloe (26): Rantang empat tingkat

Advertisements

Ramadan tempo doeloe (15): Pusara yang hilang

Salah satu kebiasaan menjelang bulan Ramadan tiba adalah menziarahi makam orang tua atau keluarga dekat. Ketika aku masih kecil dulu, ada empat kerabat dekat yang telah berpulang. Kedua orang tua Ibu, Iyak (Nenek) yang wafat setahun sebelum aku lahir dan Inyiak (Kakek) yang berpulang ketika aku berumur tiga tahun.  Lalu sepasang adik ibu yang aku … Continue reading Ramadan tempo doeloe (15): Pusara yang hilang