Uncategorized

Ramadan tempo doeloe (14) : Matine show

Di era 1980-an, ada tiga bioskop di Sungai Penuh, yaitu bioskop Karya, bioskop Purnama dan bioskop Candra.  Belakangan bioskop Karya terbakar habis dan tidak pernah beroperasi kembali.  Hingga saya meninggalkan Kerinci ditahun 1993, duo Purnama dan Candra memonopoli dunia perbioskopan kabupaten kami.  Tak ada lawan.  Entah kenapa nama keduanya terkait dengan rembulan.  Jaringan bioskop 21… Continue reading Ramadan tempo doeloe (14) : Matine show

Uncategorized

Ramadan tempo doeloe (10): Pasa Mambo

Ketika masih tinggal didusun bersama Ibu dan Abak, selama bulan Ramadan, pabukoan (makanan pembatal puasa) selalu kami buat sendiri.  Bahkan beberapa bahan bakunya seperti ubi, singkong, pisang, labu, pepaya, alpukat dan tebu, berasal dari kebun sendiri.  Didusun kami tidak ada pasar kaget yang tiba-tiba muncul dibulan Ramadan saja, dimana kita dapat membeli segala macam pabukoan.  Paling-paling,… Continue reading Ramadan tempo doeloe (10): Pasa Mambo

Uncategorized

Ramadan tempo doeloe (8): Tarawih Asmara dan Asmara Subuh

Ramadan demikian hidup dan semarak, dengan tarawih dan tadarus dimalam hari. Dini hari anak-anak muda berkeliling kampung, memukul-mukul apapun yang mengeluarkan suara gaduh untuk membangunkan sahur.  Masjid dan surau kembali ramai oleh jamaah shalat shubuh selepas waktu sahur.  Dibanyak masjid dan surau, shalat subuh berjamaah dilanjutkan dengan ceramah hingga matahari terbit. Kemudian sebagian jamaah tegak… Continue reading Ramadan tempo doeloe (8): Tarawih Asmara dan Asmara Subuh